Catatan Hessy

Ini blog isinya adalah hal-hal yang melintas di otak kananku. Karena yang melintas banyak, jadi ku pikir perlu ku buat semacam catatan, supaya besok-besok kalo aku lupa, ku bukalah catatan ini. Ya mudah2an catatan ini tidak hanya berguna untukku, tapi juga bagi orang lain. Salam Hangat Hessy

Archive for December, 2006


sholat wanita

Sudah seringkali aku mendengar hadist yang mengatakan:

"Sebaik-baik sholat pria adalah di mesjid.. Sebaik-baik sholat wanita adalah dikamarnya sendiri. Jika tidak ada kamar, diruang tamu, jika tidak, diberanda… Dan itu lebih baik dari masjid ku.."

Haditsnya tidak persis seperti itu..cuma intinya kira2 seperti itu..Oleh karena hadits ini… mushola dekat rumah saya cuma diisi oleh kaum pria. Wanita hanya ada waktu tarawih bulan puasa. Saya tadinya suka juga sholat subuh di mushola, tapi karena disindir trus dengan hadits ini, saya mundur teratur. Saya kan ga goblok2 amat shg tidak mengerti disindir. Hanya saja ada yang mengganggu hati saya.

Jikalaulah begitu tafsiran hadits tersebut… apa itu tidak berarti membatasi ruang gerak wanita? Sholat aja yang jelas2 sebuah perbuatan yang baik, ga boleh dirumah, apalagi kegiatan2 lain…

Padahal untuk zaman sekarang, banyak wanita2 yang cerdas.. Alangkah mubazirnya jika wanita2 tersebut cuma di rumah saja…bahkan banyak kapasitas intelektual wanita2 yang saya kenal, yang melebihi kapasitas intelektual pria…

Saya cuma berpikir apakah hadits tersebut bisa dimaknai atau ditafsirkan secara berbeda…

Spt halnya hadits silaturahim yang mengatakan: "silaturahim mempunyai 2 manfaat yi: memperbanyak rezeki dan menambah umur". Sebagian orang menafsirkan: silaturahim berarti network… nah jika network banyak…no wonder rezeki juga bisa banyak… jika banyak teman… dan kita mungkin bersikap baik, banyak membantu.. pokoke berguna bagi orang lain… no wonder everybody will still remember us even we already died… it’s mean: we always live in our friends’ hearth. Panjang umur gitu loh.

Nah saya berpikir, jangan2 tafsir hadits sholat wanita itu sebenarnya bukan sholat secara ritual..akan tetapi sholat dalam makna luas. Bukankah jika sholatmu baik, maka akan terlihat diwajahmu. (ini juga jangan ditafsirkan tanda biru dimukamu. Tapi hasil dari sholat, ibadahmu pada Tuhanmu terlihat nyata). Nah saya curiga makna hadits diatas adalah soal pembagian wilayah kerja secara gender..

Jangan2 maksud nabi kita (allahumma sholli ala Mhammad wa ala ali Muhammad), kalo perempuan wilayah kerjanya adalah domestik/internal, sedang pria lebih baik untuk urusan eksternal..Urusan internal bukan berarti harus dirumah…tapi yang menyangkut urusan kemanusiaan..(bukankah peran ibu terkait dengan manusia dan merawat manusia seisi rumah..) Misalnya profesi yang cocok buat wanita adalah: dokter, perawat, guru dan yang sejenis…

Terlepas dari salah benar… tafsir tetap terbuka kan? Saya cuma tergelitik saja, apalagi melihat banyak wanita2 yang tidak diragukan keimanannya.. berkiprah di luar rumah.. Apakah itu juga bukan salah satu sholat kepada Allah? Apakah itu sholat yang tidak baik? Apakah lebih baik di rumah saja, sementara di luar banyak yang membutuhkan mereka, mereka jauh lebih bermanfaat, hidup mereka lebih bermakna dibanding cuma di rumah. Tentu saja tanpa mengabaikan tugas2 mereka sebagai istri dan ibu dari anak2nya.

Wallahualam bi sahwab.

Cyber Space

Cyber space…we often call it internet

its kind of "other" world…

some people feel afraid of it..

some people enjoy with it…

a friend of mine still afraid of it…

i just can say…

nothin 2 be worried dear..

its a save play-ground, everybody play here…

A world that u can play with anybody, anyone in anywhere…

lookin 4 my terminal

Terminal…

itu lah tujuanku…

bus ku telah berjalan bermil-mil jauhnya… namun

belum jua mencapai terminal terakhir..

telah berpuluh-puluh halte kulalui…

beberapa terminal telah kutemui… namun..

hanya terminal antara…

terkadang daku merasa letih berjalan…namun..

daku tetap berjalan…berharap..

segera menemukan terminal terakhirku…

Poligamy part 2 (Hukum Allah)

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yg kamu senangi; dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yg kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (An-Nisaa’ ayat 3)

Sebenarnya apa hikmah yg tersembunyi dibalik ayat ini? Jelas ayat ini membolehkan poligami. Kebanyakan wanita tidak ada yg sudi diduakan oleh suaminya, apalagi ditigakan atau diempatkan. Mereka mengakui keberadaan ayat ini tapi menentang poligami. Alasannya tidak ada laki2 yang mampu berbuat ADIL. Dan pria yang melakukan poligami pasti krn alasan sex cuma mereka berdalih dengan alasan ibadah. Kalaupun ada yang menerima poligami, pasti dengan melihat istri kedua terlebih dahulu. Misalnya kalau istri kedua janda, miskin, jelek, bodoh, banyak anak dan benar2 butuh bantuan, mungkin bisa dikatakan poligami seperti itu bernilai ibadah. Yg menjadi pertanyaan sekarang, apabila seorang pria menikahi wanita yang jauh lebih jelek kualitasnya dari istri yang pertama, apa pria itu bisa bersikap adil? Apa malah tidak menganiaya istri yang kedua, karena bisa jadi pria tersebut malas mengunjungi dan lebih senang berlama-lama dengan istri yang lebih ‘bermutu’. Mungkin ada yang luput dari kita yg membaca ayat diatas. Ayat tersebut juga menyatakan: "maka nikahilah wanita2 yang kamu SENANGI". Logikanya selama pria itu manusia biasa, pasti menyenangi wanita yang cantik, cerdas dan baik. Dan Allah mengakomodasi hal tersebut dalam ayatnya.

Lalu timbul sebuah rasa tidak enak dalam hati. "Enak bener ya jadi laki-lak." Fenomena berpoligami seorang kyai panutan membuat saya merenungkan ayat tersebut. Lalu timbullah beberapa pemikiran dan sedikit pemahaman berikut ini.

Kalau dicermati, hukum-hukum Allah banyak yang "menentang" fitrah atau kodrat manusia. Seperti berpuasa. Pada dasarnya manusia tidak suka berpuasa, puasa apapun itu. Seperti saya, bagi saya berpuasa adalah pekerjaan maha berat, saya jarang sekali berpuasa sunat, saya hanya berpuasa dibulan Ramadhan dan mengganti puasa yang batal. Kalaupun saya puasa syawal, pasti niatnya digabung dengan puasa bayar. Teman-teman saya banyak yg protes, tapi saya bilang, "Niat awal saya bayar puasa, syukur2 dapat pahala puasa Syawal. Lagian Allah kan maha kaya, cuma bagi2 pahala kan ga ada susahnya." Saking susahnya saya puasa, sampai ada teman saya yg berkata: "Si Hessy kalau ada mazhab yang membolehkan tidak berpuasa dibulan Ramadhan, pasti dia ikut mazhab tersebut". Saya nyengir aja. Tapi itulah gambaran beratnya puasa, namun saya tetap melakukannya karena saya tahu hukumnya dan saya sudah "dilatih" dari kecil oleh orang tua saya untuk berpuasa. Setelah besar saya tau makna atau hikman dibalik kewajiban untuk berpuasa tersebut. Ternyata berpuasa banyak manfaatnya.

Kedua: Sholat. Sholat bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan secara tepat waktu dan lengkap bagi orang yang imannya pas-pasan. Pada saat sedang asik2nya kerja atau jalan2 di mal tiba2 masuk waktu sholat. Kadang kita suka mencuekkan kewajiban tersebut atau menjamaknya kemudian. Itu sholat wajib. Apalagi sholat tahajud. Lagi enak2nya tidur, kok harus bangun trus sholat. Jelas menentang  kodrat manusia yang seharusnya beristirahat dengan nikmat dimalam hari. Tapi toh kita berusaha keras untuk melakukannya. Pertama karena takut dosa (iman yg terendah), kedua bisa jadi karena membutuhkannya (iman yg lebih tinggi). Ternyata kalau sholatnya benar, banyak sekali hikmah yg diperoleh dibalik perintah sholat. Sholat membuat batin kita lebih tenang, sejenak kembali ketitik nol, melepaskan segala tekanan batin dan stress yang menghimpit kehidupan kita sehari-hari. Sholat membuat stabilitas rohani kita terjaga. Selain itu ternyata gerakan2 sholat seperti gerakan yoga. Bisa membuat badan sehat. Kalo ga percaya, sholat aja yang rajin, banyak dan dinikmati. Maksudnya kalau sholat jangan buru2, ruku yang lama, dan sujud yang lama. Sujud ternyata membuat darah mengalir lebih deras ke otak, dan membuat otak jadi lebih sehat.

Ketiga: Zakat, infak dan sedekah. Kalaulah kita seorang kapitalis murni, kita tidak akan bisa memahami hadits yang menyatakan: "Dalam harta orang kaya terdapat hak orang miskin". It really doesnt make sense. Saya yang kerja susah-susah, dari pagi hingga malam, mbanting tulang, tapi harus menyisihkan sebagian hasil keringat saya untuk orang miskin. Mereka miskin pasti karena malas. Itu kalau kita kapitalis. Tapi karena kita muslim dan humanis kita paham hikmah dibalik zakat, infak, sedekah (ZIS). Ternyata ZIS adalah suatu mekanisme yg dibuat Allah untuk distribusi pendapatan. Menurut hukum optima Pareto: Kekayaan itu ibarat sebuah kue. Jika ada negara yang terlalu kaya maka akan ada negara yang sangat miskin karena tidak kebagian kue. Ini juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada orang yg rakus dalam berusaha, dia akan menutup kesempatan orang lain untuk berusaha mendapat rezeki. Praktek konglomerasi atau monopoli perlu dicermati dampak sosialnya. Maka benarlah hadits tsb diatas. Bayangkan kalau tidak ada ZIS, maka orang miskin akan terlantar, dan bisa timbul kerusuhan sosial karena ketimpangan yg terjadi dimasyarakat. Akhirnya dengan pemahaman ini, kita bisa dengan ikhlas mengeluarkan zakat, infak, sedekah, walau kadang terasa berat.

Kembali kemasalah poligami. Saya jadi berpikir. Pada dasarnya wanita diciptakan pelit dan pria diciptakan dengan hobi mencari, mengumpulkan dan mengoleksi. Terbukti dalam pembagian tugas secara tradisional dalam rumah tangga, pria yang mencari uang dan wanita yang menyimpan serta mengatur pengeluaran. Poligami jelas menentang kodrat. Wanita sulit berbagi, tidak usah suami, hal-hal lain saja belum tentu dengan mudah dibagi atau diberikan kepada orang lain. Sedang pria, kalau menuruti hawa nafsunya maunya punya koleksi istri atau cem-ceman lebih dari 4, tapi Allah membatasinya. Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, ternyata praktek poligami bukan hanya ada dalam islam, tapi juga ada dalam agama lain. Tapi tidak dibatasi berapa istri. Kita bisa lihat cerita-cerita sejarah masa lalu. Raja2 inggris mempunyai banyak selir (mistress). Raja-raja dalam cerita India juga begitu.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan, seperti yang sering dikatakan oleh almarhum nenek saya dan ibu saya: "Alah salasai sadonyo jo Tuhan Allah". Maksudnya semua sudah diatur sedemikian rupa oleh Allah. Pria yang hobi mengoleksi, dibatasi cuma 4, wanita yang pelit diajarkan untuk berbagi. Wanita yang mampu melakukan hal ini, pahalanya surga - Al Jannah. Tapi Allah tidak memaksa, karena paham benar dengan makhluk ciptaannya. Kalau wanita tidak sudi dimadu, boleh minta cerai. Meski cerai itu perbuatan yang dibenci Allah. Yg pentingkan halal, dan tetap bisa masuk surga, karena pintu surga banyak. Tapi mungkin supaya bisa masuk surga kudu beramal banyak2 karena pahala yang kita kumpulkan sedikit2. Maklumlah dimana2 berlaku ada harga ada barang. Sesuatu yang lebih sulit jelas rewardnya lebih banyak :) Jadi mungkin kita bisa menerima poligami atau tidak, itu hanyalah masalah waktu. Waktu kecil tidak ada yang men"doktrin" kita atau yang mengajari kita tentang masalah poligami. Tidak seperti sholat, puasa, zakat dan naik haji, dari kecil kita sudah tau tentang hukum2nya, sehingga setelah besar kita bisa menerimanya sebagai suatu kewajiban.

This is just a thought from me who have only limited knowledge about islam. Wallahualam bi sahwab.

Poligamy

Kemarin sore waktu pulang bareng mba heny dan ina, dimobil c hen, c hen bilang: "Ada gosip baru: ada seorang tokoh yang akan menikah lg". Wah kita penasaran berat, karena radio tidak menyebutkan nama tokoh tersebut. Lalu sore pas i dah nyampe rumah, c hen sms gw isinya begini: "Hes, ternyata Aa Gym yang nikah lagi, coba dengar radio delta, lagi ada pooling". Kubalas: "istrinya kaya apa mba?" c hen bilang: "gw belum tau, coba dengar delta aja"

Lalu i stel lah radio delta. Ternyata seru juga diskusi para pendengar delta yg dipandu oleh Ida Arimurti. Ada yang pro and ada yg kontra. Salah satu yg pro bernama mba Ria. Penjelasannya ok juga. Setelah mba Ria selesai berbicara, Ida membacakan beberapa sms… ternyata banyak yg "menghujat" mba Ria. Salah satunya bilang: pasti mba Ria istri yang ke sekian…

Subuh hari ini, 2 Des 2006, seperti biasa gw bangun, sholat subuh, nonton kuliah subuh di tv. Yg gw tonton yang ustadnya gw suka aja. Channel terserah. Selesai nonton, krn ga ada yang menarik, gw nyetel radio aja. Radio kesayangan gw, radio Delta, eh ndilalah, Aa gym yang ngasi kuliah subuh dari Kuala Lumpur. Ga taunya topik yang dibahas mengenai pernikahan Aa Gym yang sedang heboh jadi pembicaraan. Langsunglah gw pantengin dan simak dengan seksama. Si Aa mo ngomong apa nih dalam batinku… penasaran..

Intinya Aa gym bilang: tolong dinilai dengan proporsional tindakannya tsb.. Aa banyak mendapat sms yang menghujat dia, salah satu yg dibacakan berisi: "Anda sebagai panutan sebaiknya tidak usah bertingkah munafik. jangan menjual agama, jangan bersembunyi dibalik hukum agama." Teh nini ternyata ga kalah banyak dapat sms, tapi kebanyakan bersifat simpati, empati dan menguatkan hatinya…

Diakhir acara, teh nini juga berbicara. Dari nada bicara teh nini, terdengar poligaminya Aa itu bukan perkara mudah bagi dirinya. Tapi dia berusaha ikhlas karena ini merupakan bentuk perjuangan membenarkan hukum Allah.

Ditengah acara Tuty sempat telpon. Oh ya waktu aku tau ada Aa gym di delta, aku sms c Hen and Tuty. Nada mereka negatif karena dah sebel ama aa Gym. Tapi ternyata Tuty ndengerin juga, malah nelpon i. Kita jadi diskusi panjang..Tuty sempat esmosi dalam bicaranya tapi setelah mendengar pendapatku dia agak reda. SMS c hen juga ga kalah esmosinya.

Aku cuma bilang begini pada Tuty n sms c hen: "ini sebuah fenomena. Gw memprediksi bakal banyak ntar ustadz2 yang bakal menikah lagi dan muncul kepermukaan. Selama ini istri kedua atau yang kesekian seringkali tidak muncul kepermukaan. Menurut gw yang namanya adil, berarti istri kedua atau kesekian harus muncul kepermukaan, harus dikenalkan ke orang2, eksistensinya harus diakui. Harus dinikahi secara resmi, secara hukum. Hak2nya dan hak2 anaknya harus dapat dibuktikan secara hukum. Tidak boleh disembunyikan. Kalo disembunyikan berarti istri simpanan. Tapi juga jangan berpikir gw pendukung poligamy. Gw bukan pendukung, tapi juga bukan penentang. Gw netral aja. Berusaha melihat secara proporsional dan objektif"

Trus gw juga bilang: "Hati2 menghujat orang yang berpoligamy. Karena berarti menentang sesuatu yang dihalalkan oleh Allah". Kata Tuty n c Hen, "ga ada yang bisa bersikap adil seperti nabi Hes!"  trus Tuty juga bilang: "lu denger kan teh Nini, dia pedih kan". Gw jawab aja: "ya jelas pedih dong Tut. Lu kira istri nabi ga pedih dimadu? pada dasarnya manusia itu pelit dan tidak suka berbagi. Gw aja punya makanan enak n gw suka banget, kalo cuma punya 1, kayanya susah juga gw bagi kalo ada yang minta. Apalagi ini suami, kan ga mungkin punya 2, pasti ya atu. Ada riwayat yg mengatakan, waktu nabi mo menikah lagi salah satu pohon pisang istrinya tumbang. Ada lagi yang bilang, tidak ada wanita yang ikhlas dimadu, jika diletakkan sebutir telur ditangannya, maka telur itu akan jadi setengah matang, karena hatinya yang mendidih dibakar amarah". Tapi dalam rangka membenarkan ayat2 Allah wanita2 itu berusaha untuk ikhlas. Mungkin itu yang sedang terjadi pada teh Nini dan wanita2 lain yang dimadu.

Kembali pada Aa Gym… gw melihat bahwa pernikahan ini bukan sekedar pemenuhan nafsu sex semata. Aa bilang "Mengapa kalo orang berzina, berselingkuh saat ini menjadi sebuah hal yang biasa. Kita menjadi semakin permisif terhadap hal2 yang diharamkan oleh agama. Sedangkan kalo orang berpoligamy, seolah-olah melakukan sebuah kejahatan keji, padahal dihalalkan oleh Allah?". Gw pikir bener juga yah. Trus gw jadi berpikir: Apa yang Aa lakukan sekarang ini merupakan sebuah gerakan sosialisasi polygami untuk mengcounter perzinahan, perselingkuhan, pergaulan bebas yang sedang trend saat ini. Aa seolah berkata: kalo emang ga tahan dengan satu wanita, mengapa tidak mengambilnya secara halal dan terhormat. Wanita yang dinikahi juga kan jadi lebih terlindungi hak2nya daripada cuma jadi gula-gula semata. Jadi poligamy merupakan emergency exit, tidak diperintahkan tapi diperbolehkan.

Trus gw jadi berpikir juga, mengapa Aa menikah pas hari AIDS sedunia? misi apa yang sedang diusung? apa Aa sedang "berperang" melawan kampanye "menggunakan kondom sedunia" yang jelas2 berarti menghalalkan sex bebas, alias perzinahan? Jadi mungkin Aa juga sedang berpolitik dalam pernikahan yang ke 2 nya ini untuk pembelajaran masyarakat walau dengan bayaran cukup mahal bagi teh Nini dan mungkin anak2nya yang banyak itu.  Wallahu alam bi sahwab. Kita liat aja kedepannya gimana.