E = mc2
Pada saat yang sama dengan teman yang membuat puisi, saya juga bercakap-cakap dengan seorang teman di Kobe. Temanku yang satu ini sedang bermasalah dengan teman akrabnya. Biasalah persahabatan berbeda jenis kadang bisa menimbulkan konflik dan kadang bisa menimbulkan salah persepsi bagi orang-orang disekitar.
Nah temanku itu dalam melakukan curhat mengambil pendekatan hukum Newton III ( kalo ga salah) yaitu: Aksi = Reaksi.
Dalam hal curhatologi (ilmu curhat) pendekatan apa saja boleh digunakan untuk melakukan analisis, selama tepat. Karena teman ini mengambil hukum fisika untuk menganalisis masalahnya, saya menanggapinya juga dengan pendekatan yang sama. Jika saya memakai pendekatan akuntologi (ilmu hitung2) yang saya kuasai, saya takut dia kurang paham, karena latar belakang keilmuannya yang berbeda dengan saya. Syukur alhamdulillah waktu SMA saya mengambil jurusan A1, jadi sedikit-sedikit paham rumus2 fisika.
Pada dasarnya rumus-rumus fisika adalah penyederhanaan fenomena alam, sehingga kita bisa lebih mudah memahami kejadian-kejadian di alam ini. Jadi menurut hemat saya, karena manusia adalah bagian dari alam, maka rumus-rumus tersebut juga berlaku untuk hubungan antar manusia. Contohnya adalah hukum Newton III di atas. Nah untuk menanggapi curhat teman saya tadi, saya pun menggunakan rumus Einstein yaitu:
E = mc2 dimana : E = Energy
m = moment
c = cinta
Jadi menurut hemat saya daripada teman saya menunggu aksi dari temannya itu terus baru dia bereaksi atau sebaliknya, dia beraksi duluan lalu menunggu reaksi (yang belum tentu reaksinya seperti yang diharapkan) lebih baik menggunakan rumus E = mc2, yaitu memanfaatkan momen cinta yang berharga kemudian melipat gandakan (square) cintanya, sehingga bisa menghasilkan energy yang dahsyat dan mudah-mudahan hukum aksi = reaksi juga bisa berjalan dengan baik. Dalam hal ini reaksi yang diperoleh adalah reaksi positif (sesuai harapan).
Oh ya bagi para pembaca, jangan salah tafsir atas kasus teman saya ini. Rumus ini memang bisa saja diaplikasikan untuk cinta dua insan, tapi dalam kasus teman saya ini, dia bisa mengaplikasikan c2 (cinta kuadrat) terhadap sahabat bukan cinta antara pria dan wanita tapi murni persahabatan. Saya berpandangan persahabatan adalah sesuatu yang sangat berharga dan patut untuk dipertahankan dan jangan sampai rusak oleh perasaan cinta pria-wanita (bukan berarti tidak boleh persahabatan menjadi cinta, hanya saja harus tau risikonya, persahabatan bisa berlangsung lama sedang percintaan dua insan, bisa putus dan mengakhiri persahabatan).
Akhir kata saya ingin mengutip kalimat bijak seorang sastrawan AS, Leo Buscaglia (1924-1998) yang mengatakan:
“Sekuntum mawar akan menjadi kebunku. Seorang sahabat sejati akan menjadi duniaku”