Mahabah Cinta
Rabi’ah al-Adawiyah
Rabi’ah al Adawiyah adalah seorang sufi perempuan yang pertama kali mengembangkan ajaran cinta Ilahi. Sebelumnya zahid Hasan Basri menempuh zuhud dengan cara khauf (takut). Oleh Rabiah, khauf ditingkat menjadi cinta ilahi. Rabiah sebagai seorang sufi terkenal dengan sajak cintanya. Berikut adalah beberapa sajak cintanya:
Aku mengabdi kepada Tuhan
Bukan karena takut neraka….
Bukan pula karena mengharap masuk surga…
Tetapi aku mengabdi, karena cintaku pada-Nya
Ya Allah, jika aku menyembahMu,
Karena takut neraka, bakarlah aku di dalamnya
Dan jika aku menyembahMu
Karena mengharap surga, campakkanlah aku darinya
Tetapi jika aku menyembahMu,
Demi Engkau semata, janganlah Engkau enggan
Memperlihatkan keindahan wajah Mu
Yang abadi padaku
Komentar: Sepertinya puisi ini yg mengilhami lagu Dewa yang bunyinya kira begini ”Bila surga dan neraka tak pernah ada….dst”
Alangkah buruknya,
Orang yang menyembah Allah
Karena mengharap surga
Dan ingin diselamatkan dari api neraka
Seandainya surga dan neraka tak ada
Apakah Engkau tidak akan menyembah Nya?
Aku menyembah Allah
Karena mengharap ridha Nya
Nikmat dan anugerah yang diberikan Nya
Sudah cukup menggerakkan hatiku
Untuk menyembah Mu
Komentar: Kayanya puisi ini juga sumber ilham lagu Dewa
Tuhanku
Selagi Engkau tidak murka padaku
Aku tak akan memperdulikan segala cobaan dan penderitaan
Walau bagaimanapun,
Pertolongan Mu pasti lebih luas untuk ku
Aku berlindung dengan nur wajah Mu
Yang menerangi tujuh lapis langit
Dan yang menyinari kegelapan
Aku berlindung dari kemurkaan dan kebencian Mu
Engkaulah yang berhak memurkaiku
Dan tiada daya upaya serta kekuatan
Kecuali atas pertolongan mu.
Komentar: Tingkat iman orang berbeda-beda. Tingkat iman terendah adalah tingkat iman seorang hamba sahaya. Dia menyembah Rob nya karena rasa takut dosa dan takut masuk neraka. Tingkat iman kedua adalah tingkat iman seorang pedagang, dimana niat menyembah Rob nya adalah untuk mendapatkan pahala atau berharap masuk surga. Sedang tingkat iman tertinggi adalah orang yang beribadah tidak mengharapkan suatu apapu kecuali ridho Allah. Mungkin bisa dikatakan Rabi’ah al Adawiyah sudah mencapai tingkat iman tertinggi. Dia bisa melepaskan segala sesuatu yg bersifat kebendaan, keduniawian, semata-mata hanya untuk meraih cinta Rob nya.
Menjaga kestabilan iman dan bukan perkara mudah. Iman dalam dada seperti gelombang, kadang naik, kadang turun. Banyak hal yang mempengaruhi iman di dada. Kondisi hidup, masalah yang dihadapi dan lain sebagainya. Adakalanya saat mendapat musibah orang menjadi lebih dekat dengan Rob nya, dan saat senang lalai mengingat Rob nya. Tapi tidak sedikit juga orang yang meninggalkan Robnya karena kesulitan demi kesulitan yang menjeratnya yang tak kunjung pergi.
Pada hakikatnya semua itu tergantung keberanian dan ketegasan seorang manusia melawan setan yang berada di aliran darahnya. Pada saat manusia lahir ke bumi, dia didampingi malaikat yang bertugas menjaga iman dan hati nuraninya. Setelah manusia itu menjadi akil balig, dimana pada saat itulah dia mulai bertanggungjawab atas segala perbuatannyua, Iblis dari kerajaan Setan menurunkan pasukannya untuk mengikuti gerak langkah manusia tersebut. Setan menyusup kedalam pembuluh darah manusia. Ibarat virus gangren, setan ini mampu menduplikasi jumlahnya. Maka dimulailah pertarungan antara iman dan bujukan rayuan setan. Kadangkala iman menang, kadangkalah bujuk rayu setan yang menang. Semakin sering iman menang dalam pertarungan ini, maka jumlah setan dalam aliran darah semakin meningkat. Semakin tinggi iman, maka setan yang diturunkan untuk menggoda manusia itu juga akan semakin tinggi tingkatannya. Jadi jika iman manusia itu cetek, bisa dipastikan yang didalam darahnya hanyalah cucunya setan. Tapi jika iman manusia tersebut sangat bagus, maka mbahnya setan akan turun tangan. Jadi jangan heran jika kita melihat seorang yang berakhlak bagus, tiba-tiba melakukan sesuatu hal yang mencengangkan kita dan diluar dugaan. Karena yang menggodanya sudah bukan setan berpangkat staf, tapi langsung Top Eksekutif dari kerajaan setan. Dan biasanya cobaan yang ditimpakan pada manusia yang beriman tinggi ini juga bukan main sulitnya. Jadi pada saat Robnya memberikan cobaan dan soal ujian yang maha berat, pada saat yang bersamaan CEO setan menggodanya agar gagal melewati UHP (Ujian Hidup Pribadi).
Komentar atas komentar:
- Kata teman saya: semakin tinggi iman, cobaan semakin berat. Kalo gitu apa ga usah tinggi-tinggi aja iman kita, supaya cobaannya ga usah berat-berat juga. J (tentu saja teman saya ini tidak serius)
- Hikmah dari perilaku setan: walau iblis / setan itu adalah makhluk terkutuk, menurut saya tetap ada hikmah yang bisa dipetik dari etos kerja setan dan sejenisnya, yaitu;
a. Setan tidak pernah berputus asa menggoda manusia. Gagal dengan suatu bujukan, dia akan terus membujuk sampai berhasil mengalahkan iman. Seharusnya manusia juga begitu dalam hidup, tidak boleh berputus asa. Karena kalo manusia berputus asa, berarti temannya setan, dan setan menang.
b. Setan adalah manusia kreatif, terbukti jika gagal dalam satu metode bujukan, setan akan merubah metode bujukan. Ada 1001 model bujukan setan yang tak terasa. Setan bisa masuk ke dalam sendi2 kehidupan manusia tanpa manusia merasakan bahwa itu bujukan. Contoh: lalai sholat magrib karena asyik nonton sinetron atau mending nonton bola daripada sholat tahajud. Hobi menonton infotainment padahal sudah jelas-jelas mengupas aib orang lain alias berghibah itu dilarang. Setan juga IT literacy, terlihat setan menggunakan segala teknologi untuk menggoda manusia. Jadi judulnya rayuan multimedia. J
c. Setan adalah makhluk terkutuk yang profesional. Dalam melakukan tugasnya membujuk rayu manusia untuk ikut menjadi terkutuk, setan selalu profesional, terbukti tidak kenal lelah, menggunakan metode yang tepat dan menurunkan setan dengan skill yang tepat untuk orang yang tepat. Jadi dalam tiap penugasan, kerajaan setan menerapkan the right satan for the right human.
d. Setan berhasil menggoda manusia karena berhasil dalam berkolaborasi. Jika gagal sendiri, setan akan menduplikasi jumlahnya untuk mengalahkan iman. Padahal Allah itu lebih dekat dari nadi manusia (berarti dekat banget kan), tapi akibat sistem kerja yang sitematis, seringkali setan menang.
e. Setan adalah makhluk terkutuk yang bekerja secara sistematis dan selalu mengikuti perkembangan jaman. Jadi setan tau ungkapan: change or die….
Akhirul kalam… gw rasa judul dengan artikel agak kurang nyambung. Judulnya tentang cinta, terakhir-terakhir malah membahas profesionalisme setan. Atau mungkin sebenarnya ada kaitan antara cinta dan setan.. Mungkin judul artikel selanjutnya adalah: Cinta yang kerasukan setan. (Gw rasa gw terpengaruh oleh maraknya film-film horor di Indonesia, jadi beginilah hasilnya.)