Catatan Hessy

Ini blog isinya adalah hal-hal yang melintas di otak kananku. Karena yang melintas banyak, jadi ku pikir perlu ku buat semacam catatan, supaya besok-besok kalo aku lupa, ku bukalah catatan ini. Ya mudah2an catatan ini tidak hanya berguna untukku, tapi juga bagi orang lain. Salam Hangat Hessy

Archive for August, 2007


When Two People do Merger, Acquisition

Hari ini aku bertindak sebagai penguji sidang akhir dari banyak mahasiswa, sampai aku rada-rada teler,enek and bete. Selain itu tensiku sempat sedikit agak naik karena dari beberapa mahasiswa tersebut ada yang jawabannya seolah-olah belum pernah belajar akuntansi sama sekali. Gimana ga naik spanning, ditanya jurnal yang gampang aja ga bisa, disuruh bikin laporan laba rugi asli acakadul. Masa ku tanya bagaimana cara mencari laba kotor, di jawab Sales + COGS. Huh… jengkel abis lah dengar jawaban kaya gitu, ku pikir tukang jual bubur ayam amigos (agak minggir got sedikit) aja pasti tau kalo ku tanya gimana cari laba kotor, cuma mungkin istilah yang dia pake ga keren azah..Pokoke walau ga makan sekolahan akuntansi, tukang buryam itu tau lah cari laba kotor, kalo ga tau, ga mungkin dia masih eksis jualan di amigos itu until now. Tul ga seeeh? Oh ya itu unek-unek ku hari ini. Salah satu judul skripsi mahasiswa yang ku uji hari adalah: Pengaruh Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Perusahaan2 yang terdaftar di BEJ. Sebenarnya sih skripsi dia biasa-biasa aja, dan aku juga bukan mau nulis tentang hasil penelitian mahasiswa itu. Lagian judul itu sudah banyak yang nulis kok, cuma replikasi biasalah. Tapi mahasiswa itu tadi kalo ga salah ku kasi nilai B+ untuk skripsinya dan C untuk ujian komprehensifnya. Aku Cuma teringat pada seorang teman yang ku temui di dunia maya ini. Kami pernah berdiskusi cukup hangat tentang masalah merger, akuisisi dan konsolidasi, via media maya ini juga. Cuma aku yakin teman ku tidak sadar kalo yang sedang kita diskusikan itu adalah masalah merger, akuisisi dan konsolidasi, hanya saja tidak terjadi pada perusahaan melainkan pada dua insan manusia. Ya jelaslah, wong latar pendidikan dia bukan akuntansi. Latar pendidikan dia berkaitan dengan beton dan dunia industri. Tapi aku melihat diskusi kami seperti halnya merger, akuisisi dan konsolidasi di perusahaan. Biasalah kadang latar belakang pendidikan mempengaruhi cara dan pola berpikir kita. Kalo di aku pribadi, bukan kadang, malah sering. Mungkin karena aku bertahun-tahun bergelut, bermain, bermain, menyelami kadang berkelahi dengan ilmu ini. Jadi sepertinya ilmu itu sudah merasuk sukmaku….taelah.. bombastis kali lah kayanya..

Sebelum membahas lebih lanjut diskusi dengan teman maya ku itu, aku ingin memberitahukan apa beda merger, akuisisi dan konsolidasi dari sudut pandang keilmuan akuntansi. Jika disederhanakan rumusnya adalah sebagai berikut:

AKUISISI

ð      Company A + Company B = Company A + Company B, 

ð      Pada saat perusahaan A mengakuisisi perusahaan B, maka secara hukum dan entitas, perusahaan A masih eksis, begitu juga perusahaan B. Akuisisi bisa dilakukan dengan membeli saham perusahaan yang ingin diakuisisi. Jika saham yang dibeli >= 50% maka timbullah hubungan parent and subsidiary dan pada akhir periode perlu membuat  Consolidated Financial Statement”.

KONSOLIDASI

ð      Company A + Company B = Company C

ð      Artinya: Pada saat perusahaan A bergabung dengan perusahaan B, maka entitas kedua perusahaan itu lenyap dan menjadi sebuah perusahaan baru dengan nama baru dan badan hukum yang baru pula.

MERGER

ð      Company A + Company B  = Company A atau Company B

ð      Artinya: Perusahaan A bergabung dengan perusahaan B, hasil akhir adalah sebuah perusahaan dengan bendera A dan perusahaan B hilang atau bisa juga perusahaan B yang masih eksis dan A lenyap.

Trus anda para pembaca pasti bingung, apa hubungannya teori akuntansi ini dengan hubungan dua insan manusia. Tapi sebagian mungkin sudah bisa menebak-nebak arah tulisan ini. Ya betul, aku itu mau nulis Perspektif pernikahan ditinjau dari sudut teori akuntansi.. (ha..ha..ha.. penelitian model apa pula ini? Tenang penelitian ini tidak akan menggunakan model regresi sederhana apalagi berganda. Penelitian ini hanya akan menggunakan ”Path Analysis” pernikahan umum dari orang-orang yang ku amati). Salah satunya adalah pandangan temanku di dunia maya itu.

AKUISISI DUA INSAN

Dari hasil beberapa kali diskusi panjang lebar dengan teman mayaku itu, aku melihat dia memandang penggabungan atau pernikahan dua insan seperti layaknya Akuisisi sebuah perusahaan. Mengapa demikian. Dia adalah orang yang menghargai wanita yang akan dinikahi dalam artian dia menghargai keberadaan dan intelektualitas  wanita tersebut. Jadi menurut dia walau wanita itu menikah, tapi wanita itu tetap bisa eksis sebagaimana kala wanita itu sebelum menikah. Berarti pasangannya tetap boleh berkarya, berkreasi dan bekerja sebagaimana dulu. Ini adalah sisi positifnya menurutku. Tapi disatu pihak, sebagaimana teori akuisisi, tanggungjawab perusahaan yang mengakuisisi terhadap perusahaan yang diakuisisi hanyalah sebesar persentase saham yang dimiliki. Begitu juga dengan pembagian laba, perusahaan yang diakuisisi hanya akan membagi labanya sebesar persentase investasi yang dilakukan perusahaan yang mengakuisisi. Jadi kalau ku liat-liat, ku amat-amati rumah tangga yang menganut teori ini biasanya juga menerapkan separate legal entity. Antara dua belah pihak biasanya akan melakukan hitung-hitungan laba rugi. Mereka biasanya tidak mempercayai pasangannya secara penuh (ya jelas lah yaw, akuisisi

kan

jarang yang dilakukan 100%, jadi percayanya sebesar persentase akuisis aza.). Suami hanya akan menafkahi istri dan keluarga sebesar yang dia rasa cukup, layak dan sebesar kemampuannya (ini kalo yang rada baik, kalo yang ga, sebesar yang dia mau aja). Trus kalo istri biasanya punya istilah lain lagi: uangmu uangku, sedang uangku adalah uangku. Akhirnya karena ada perbedaan ini mereka cenderung tidak terbuka satu sama lain mengenai penghasilan mereka. Sehingga aku pernah dengar ada istilah yang disebut uang laki-laki. Ini berarti uang diluar gaji, yang diperoleh suami dan tidak diketahui oleh istri..Nah berarti penggunaannnya juga dong….u know what I mean lah.. Selain itu hubungan antar keluarga besar juga sebatas silaturahim tidak terlalu dekat. Tanggungjawab terhadap keluarga besar adalah tanggungjawab masing-masing. (Mirip-mirip orang barat lah..masing-masing gitu lho)

Kalo kita analisis lebih lanjut pernikahan model ini agak-agak rentan juga. Mengapa? Sebagaimana akuisisi dua perusahaan, penggabungan model ini rentan bubar karena model akuisisi memang memudahkan perusahaan induk untuk melepaskan tanggungjawabnya terhadap anak. Pada saat induk merasa investasi pada anak not profitable anymore, dia bisa langsung bisa melepaskan sahamnya  di bursa saham. Nah anda bisa bayangkan jika ini terjadi pada pernikahan dua insan, pada saat suami merasa istri sudah tidak profitable lagi dalam artian sudah tidak sesuai kriterianya, maka dia bisa “melepaskan” istrinya. Atau sebaliknya jika istri merasa suami sudah tidak menguntungkan sebagai investor, lebih baik cari investor barulah yaw… Weih gile tenan. Ku rasa analisis ku ini terlalu tajam..ups I mean terlalu mengada-ada, faktanya banyak juga kok pernikahan model ini yang bisa bertahan lama, tapi mungkin yang bertahan lama itu, karena kedua belah pihak masih merasakan benefit bergabung masih lebih besar dari cost yang telah mereka keluarkan. Nah temanku itu persis sama seperti ini pendapatnya, menurut dia hidup berdua harus lebih baik daripada hidup sendiri, jika tidak, pernikahan itu tidak layak untuk dipertahankan. So I have an  advice for people who follow this pattern in their marriage. Agar pernikahan anda dapat langeng sampai kaki niki, sampai Datuak jo One, until Grandpa and Grandma, anda berdua harus berusaha keras agar anda secara pribadi profitable enough bagi pasangan anda. Terserah anda bagaimana menterjemahkan kosa kata menguntungkan itu.. Hitung-hitungan ada di tangan anda…

KONSOLIDASI DUA INSAN

Ini adalah model pernikahan beberapa orang di dekatku, baik saudara atau teman. Orang-orang yang menganut paham ini berpandangan, jika dua orang menikah berarti penggabungan dua fisik dan jiwa dimana walau fisik dua tapi satu jiwa.. (Taelah..romantis kali la). Biasanya mereka saling percaya sepenuhnya pada pasangan. Mereka saling terbuka satu sama lain mengenai hal apa saja. Dan pengelolaan uang juga begitu. Biasanya suami akan terbuka mengenai penghasilannya begitu juga istri, kemudian mereka menyatukan penghasilannya sehingga tidak ada lagi uangmu atau uangku, yang ada hanyalah uang kita. Setelah itu manajer keuangan lah (biasanya sih istri) yang akan mengatur pos-pos pengeluaran berdasarkan hasil diskusi bersama. Disini juga tidak ada istilah uang laki-laki, karena jika suami punya other income or gain biasanya langsung setor ke manajer keuangan.

Beberapa orang menganggap jika suami menyerahkan semua penghasilan dan pengelolaan kepada istri berarti tergabung dalam ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Akan tetapi aku tidak sependapat, selama itu dilakukan dengan kesadaran, keridhoan dan karena rasa percaya kepada pasangan, sistem pengelolaan keuangan satu pintu adalah cara yang cukup bijak. Apalagi bagi keluarga dengan penghasilan pas-pasan (maksudnya bukan pas lagi mo beli mobil, duit ada, pas mo renovasi rumah, uang proyek keluar,  bukan loh. Maksudnya penghasilan hanya pas bener  untuk sandang, pangan, papan dan bea sekolah anak). Sistem pengelolaan satu pintu akan memudahkan membuat perencanaan karena besarnya penghasilan dapat diketahui dengan pasti sehingga besarnya pengeluaran bisa disesuaikan pula dengan income yang diperoleh ke dua belah pihak. Istilahnya budgeted cash flow statement rumah tangga dapat diprediksi lebih akurat dan reliable gitu loh.

Model ini akan berjalan dengan baik dan menimbulkan synergy jika kedua belah pihak bertanggungjawab penuh untuk  menjaga rasa percaya pasangannya, tidak ada pengkhianatan dan diperlukan seorang manajer keuangan yang handal. Karena walau menggunakan sistem satu pintu, jika manajer keuangan tidak handal, tetap bisa caur juga ntu konsolidasi. Konsolidasi bisa pailit juga. Oh ya, biasanya orang yang Timur menggunakan model ini. Selain itu ku liat juga, orang yang menerapkan model ini, biasanya keluarga besar ikut konsolidasi juga. Seperti yg sering kita liat, orang kita kalo menikah bukan hanya pernikahan antar dua insan tapi  juga pernikahan dua keluarga besar. Jadi keluarga besar ikut2an jadi satu juga. Kalo terjadi apa-apa dengan keluarga besar, pasti pasangan ini siap turun tangan untuk membantu tanpa melihat itu keluarga pihak siapa. Sebaliknya juga begitu, kalo terjadi apa-apa dengan pasangan ini, keluarga besar biasanya akan campur tangan juga. So kalo mo memailitkan konsolidasi, kayaknya agak susah, karena pasti banyak halangan dan rintangan dari keluarga, disamping mungkin banyaknya rasa ga enak dan lain sebagainya. Saking kenal dan akrabnya dengan pihak keluarga pasangan gitu loh..jadi sungkan untuk membubarkan konsolidasi ini. Cuma apa ya rasanya hidup dengan orang tapi penuh rasa keterpaksaan dan rasa sungkan semata. Jiwa yang tadinya satu, sekarang mulai retak-retak, sudah tidak utuh lagi..Terus…gimana dong?

MERGER DUA INSAN

Model merger diartikan sebagai bergabungnya dua insan dan lenyapnya eksistensi salah satu pihak dalam pernikahan akibat dominasi pihak lain. Aku pernah liat model ini di infotainment, dimana waktu itu ada tuntutan dari pihak istri yang merasa suaminya sedang berusaha mematikan eksistensi dan jati dirinya. Sang suami merasa dia sedang menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dalam keluarga dan istri harus tunduk, taat dan patuh kepada suami. Aku tau bahwa dalam hukum agama Islam memang seorang istri harus patuh kepada suami. Tapi definisi patuh itu sejauh apa sih? Apa harus sampai kehilangan jati diri begitu? Sependek yang ku tau (bukan sejauh ya, krn emang pengetahuanku pendek bgt soal ini) walau seorang wanita sudah menjadi istri keberadaannya tetaplah diakui, terbukti dari pemakaian nama ayah dibelakang namanya. Seperti sabda  Rasul: panggillah mereka dengan nama ayah mereka. Jadi walau seorang wanita sudah menikah namanya kudu tetap eksis, ga otomatis namanya tinggal jadi Ny X. dan hilanglah nama gadisnya sebagaimana hilangnya jati dirinya.

Yang kuliat, istri-istri rasul tetap eksis di dunia mereka. Aisyah bahkan pernah menjadi pemimpin pasukan sewaktu perang melawan Ali bin Abi Thalib (walau ini termasuk perang yang sangat kontroversial dalam sejarah islam dan ummul mukminin itu akhirnya disarankan untuk kembali ke rumah). Disamping itu Aisyah adalah seorang nara sumber handal untuk hadis-hadis nabi. Terus banyak lagilah wanita-wanita muslimin yang cerdas bin hebat dalam sejarah tapi tetap menjadi istri yang patuh dan taat kepada suami sekaligus tetap eksis jati dirinya.

Nah model merger dalam pernikahan sehingga lenyapnya eksistensi salah satu pihak, menurut hematku tidak sehat  dan tidak sesuai dengan ruh agama yang ku anut. (gw sok tau banget ya???) . Dominasi salah satu pihak atas pihak lain baik secara psikis atau fisik menurutku sudah termasuk KDRT alias Kekerasan Dalam Rumah Tangga. KDRT bukan hanya bisa terjadi pada pihak wanita loh..jangan salah..pria juga bisa mengalami KDRT..itu lo yang termasuk ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Biasanya KDRT yang dialami pria beda dengan wanita. Kalo wanita biasanya ditampar, ditabok ama lakinya, walau ada juga sih yang tidak ditampar, tapi disiksa secara psikis melalui hinaan dan celaan yang menafikan keberadaannya. Nah pria juga bisa mengalami hal seperti itu. Wanita kalo mulutnya sudah tajam kan lebih tajam dari silet, sampai kata-kata yang keluar serasa diiris sembilu dan membuat hati lakinya perih berdarah-darah…Kemampuan menghina, mengecilkan bahkan sampai mengerdilkan keberadaan pasangan, ku rasa cukup imbang untuk wanita dan pria. Itu kan tidak perlu olah fisik atau kebugaran body, itu hanya cukup kecerdasan dan kelihaian olah kata semata..tak lebih tak kurang, tapi efeknya bo…Dahsyaat men…Yang dihina dan dicela bisa merasa benar-benar kerdil, tak berarti dan kadang cuma merasa sebagai debu tak berguna dimuka bumi ini (kasian kali ya orang-orang yang mengalami hal ini..)

Penggabungan dua insan model ini biasanya rentan perselingkuhan. Orang yang merasa tidak nyaman berada di dekat pasangannya biasanya mudah jatuh, terlebih jika ada orang yang bisa sangat memahami “penderitaan” hidupnya. Trus ibarat menyimpan api dalam sekam, lama-lama penderitaan itu akan meledak juga. (lagi mana ada orang yang tahan dalam penderitaan ya..Doyan ngkaleee). Nah akhirnya merger ini bisa pailit juga ujung-ujungnya. Sekali lagi analisis ini mungkin terlalu mengada-ada, Adjusted R squarenya mungkin hanya 0.28. Artinya model tidak begitu bagus, kemampuan variabel independen menjelaskan variasi variabel dependen hanya 28%, sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain. Faktanya ada kok pernikahan model merger yang bertahan lama. Kenapa bisa bertahan..ya itulah karena pernikahan adalah sesuatu yang kompleks dan tidak bisa disederhanakan oleh dua variable saja..yaitu merger/akuisisi/ konsolidasi sebagai variabel independen  dan kelanggengan sebagai variabel dependen dan proxy dari marriage performance.

PENUTUP

Penelitian ini memang sangat terlalu sederhana modelnya. Masih banyak keterbatasan seperti proxy dari marriage performance mungkin perlu ditambah.. terus mungkin ada variabel intervening atau moderate yang perlu ditambah.  Trus mungkin path analysis gw  sangat tidak valid, wong i’ve never been through that path, how come i able to know for sure about the path. Lah namanya juga tulisan iseng…

When Miss Universe Went to Onion Field & Tea Plantation

Petualangan para Miss Universe from trisakti university dimulai pada hari Jumat siang tanggal 10 Agustus. Perjalanan ini diikuti oleh para asisten jurusan akuntansi univ trisakti. Karena kebanyakan dari asisten adalah perempuan, dan kebetulan mereka cantik, manis, pintar dan baik (Brain, Beauty and Behave) dan bukan B3 lho (Bukan Bintang Biasa), jadilah ini seperti perjalanan para Miss Universe. Asisten cowok kebetulan cuma 6 orang yang ikut acara ini. Pada awalnya direncanakan tim kami akan berangkat jam 10.30, namun karena berbagai hal, akhirnya bis kami take off jam 11.30. Ini pun dengan menitipkan  bu Efi Friantin pada Angga seorang koordinator asisten. Sebenarnya ibu Efi ini juga yang membuat we r behind schedule. Bu Efi harus menunggu anaknya Sakti yang mau ikut acara ini juga. Tapi akhirnya di pancoran, mobil bu Efi berhasil mengejar bis kami dan ibu Efi serta anaknya Sakti pindah ke bus. Ternyata Sakti memang sangat ingin naik bis besar. Maklum Sakti baru kelas 1 SD, jadi naik bis besar merupakan pengalaman tersendiri buatnya.

Kami tiba di

Bogor

jam 12.30 dan langsung menuju restoran Sari Wangi untuk makan siang. Kami makan siang lesehan di restoran ini dengan menu ayam goreng, tahu goreng, sambel tak lupa lalap serta sayur asem. Scr keseluruhan makan siang ini cukup lezat, cuma sayur asemnya sangat seiprit. Apa karena orang Sunda lebih suka makan sayur mentah daripada sayur matang ya?

Setelah makan siang, bis melaju ke lokasi wisata Katulampa untuk melihat tas dan sepatu. Di lokasi ini kami sholat zuhur yang dijamak dengan ashar. Lokasi ini sebenarnya banyak dikunjungi para wisatawan, tapi sebenarnya produk yang dijual biasa-biasa saja. Malah ada sepatu Bucheri yang dijual disini. Menurutku seharusnya tempat ini menjual produk dengan labelnya sendiri dan dengan mutu yang terjaga. Tapi kenyataannya dan menurut ibu Rumida salah satu anggota rombongan, tas-tas disini juga diambil dari Mangga Dua. Dan memang produknya sangat biasa-biasa. Tapi dari segi pemandangan lumayanlah. Dari anggota rombongan ada yang main Flying Fox yaitu Reva dan Putri. Setelah ku amat-amati ternyata dua orang ini memang menyukai olahraga yang penuh tantangan. Walaupun tidak banyak yang berbelanja tas atau sepatu disini tapi semua merasa senang, terutama setelah makan es cincau hijau. :). Jam 3.30 sore wisata Katulampa berakhir dan kami kembali ke bis untuk melanjutkan perjalanan ke villa di Cipanas.

Perjalanan ke Cipanas lumayan lancar, sekitar jam 5 sore kami tiba di

vila

yang terletak dikawasan Bukit Danau Resort. Setelah tiba di villa, kami semua terkesan dengan pemandangan di sini, pemandangannya sungguh sangat elok. Villa ini terletak di dekat danau dan dikelilingi oleh bukit yang ditumbuhi oleh pohon teh. Setibanya di

vila

kami foto-foto dulu karena view yg indah tersebut.

Ada

juga yang sempat berperahu ria, setelah itu baru beristirahat, dan bersih-bersih diri, sholat magrib terus makan malam bersama. Lauknya cukup menyenangkan dan mengenyangkan.

Vila

ini murah juga lho,

vila

tingkat 2, dengan lebih kurang 6 kamar, bebas dapat extra bed dan hanya perlu membayar  Rp 2juta/malam.  Dekat danau dan boleh gratis pakai perahu.

Ada

kolam renang lagi. Terus kalo ke sini, ga perlu pusing mikir makan, dengan Rp 40rb, sudah dapat 3x makan dan 2x snack…Dan enak lho makanannya. Kalo mau jagung bakar, juga tinggal pesan hanya Rp3000/buah.

Acara mulai seru setelah acara games dimulai. Pada mulanya para manajer Miss Universe alias kaprak lab tidak bersedia ikut dan hanya ingin menjadi penonton. Tapi krn kehebatan rayuan para asisten, akhirnya kaprak ikut terlibat dalam games tersebut dan ternyata gamesnya seru juga. Games pertama adalah meniup balon dengan sedotan antara kaprak melawan koord asisten angkatan 2003 dan 2004. Karena meniup balon dengan sedotan harus bungkuk2, maka kaprak ogah mengikuti peraturan, jadi balonnya dibawa lari saja, sehingga akhirnya grup kaprak didiskualifikasi.

Untuk games berikutnya dibagi atas 4 kelompok dengan kaprak sebagai ketua tim. Tim 1 diketuai ibu Ina, tim 2 ibu Rumida, tim 3 ibu Efi dan tim 4 oleh aku sendiri. Wah ku pikir tanding lagi neh, langsung saja ku bilang: "Kalo saya disuruh main lagi, saya akan main curang". Tapi sepertinya tidak ada yang memperhatikan kata-kata ku itu. Tapi anak buahku langsung ku briefing, "pokoke kita harus menang ya, apapun caranya". Dan asisten-asisten itu semua tertawa dan mengangguk-angguk tanda menyetujui usulku.

Games pertama adalah memasukkan tali rafia kedalam baju dan sambung menyambung ke setiap anggota terus membentuk lingkaran. Setelah ke2 ujung tali rafia bertemu, tali diikat dan seluruh anggota rombongan berlari menuju titik finish. Sebelum aba-aba dimulai, aku sebagai ketua kelompok sudah mulai, dan tentu saja kami keluar sebagai pemenang. Dan panitia sama sekali tidak mengetahuinya. Karena gelap kali ya.

Games ke 3, kelompok ku juga keluar sebagai pemenang. Spt games ke 2, kelompok ku juga main curang. Permainannya adalah memindahkan karet gelang secara estafet dengan jempol kaki. Aku membekali setiap peserta dengan satu karet gelang. Dan pemain paling ujung ku bekali dengan tiga karet sekaligus. Jadi mereka tidak perlu sungguh2 memindahkan karet, cukup adu jempol saja dan lari yang kencang..hua.ha..ha..tentu saja kelompokku menang. Kelompokku terdiri dari Chatarina, Milka, Cecil, Maya, Rina dan Hengsen. Mereka semua manis-manis, lucu dan yang paling penting langsung mengerti instruksi ku..Dan bersedia bekerja sama.. Cuma Hengsen agak terlalu lugu, padahal aku dah bilang, "this is just between us ya".. Eh si Hengsen waktu disuruh kasi kata sambutan sebagai perwakilan angkatan 2004 membuka rahasia ini..Jadi ketauan de.. Tapi Ina yang memang sudah kenal tabiatku sudah curiga dari awal, aku pasti main curang..Dia sudah curiga aku mondar-mandir membriefing anggotaku, padahal kaprak lain, cuma menonton saja..Hessy…biasalah jail…(Efi esok harinya sempat kesal pas tau kelompokku menang dengan cara illegal,..ha..ha..ha.. soalnya Efi ga kebagian hadiah apapun).

Setelah games kami minum wedang jahe dan makan pisang coklat dan pisang goreng untuk menghangatkan badan. Setelah itu baru kembali ke villa.

Para

kaprak langsung tidur pules, sementara para asisten masih begadang, becanda ria sampai jam 2 pagi.

Keesokan paginya, acara dimulai lagi. Acara hari Sabtu ini adalah hiking. Tapi hiking baru dimulai jam 7.15. Sebelumnya masih banyak yang bermalas-malasan. Acara hiking inilah yang menjadi judul cerita kali ini. Para Miss Universe from Trisakti itu sepertinya tidak mendapatkan briefing yang cukup mengenai perjalanan yang akan ditempuh. Jadi mereka memakai kostum seadanya dan ada yg tidak membawa bekal sama sekali. Jadi banyak dari mereka cuma menggunakan bawahan piyama dan sandal jepit, tidak membawa minum dan uang sepeserpun. Hal ini tidak mengherankan karena mamang penjaga villa cuma mengatakan; "mau pilih perjalanan 1 km atau 3 km?". Mungkin mereka berpikir kalo cuma 3 km, cincailah. Tapi aku tidak berpikir bgt. Aku sudah prepare, aku mengganti sandal jepitku dengan sepatu, dan membawa ransel berisi perlengkapan.

Ada

asisten malah heran liat aku dan berkomentar: "ibu kaya pendaki gunung profesional aja". Aku jawab: "Yoi, soalnya saya Wolang alias woman petualang sahabat si Bolang (Bocah Petualang) :)". Ternyata

medan

yang ditempuh lumayan coy.. terutama bagi orang yang biasa di

kota

dan biasa turun naik mobil. Kami melintasi pematang sawah sempit yang ditumbuhi oleh bawang dan wortel, melintasi kali kecil. Walau kecil tapi jembatan kayunya licin, jika tidak hati-hati bisa terpeleset..Lalu dilanjutkan dengan mendaki bukit..menuju perkebunan teh.. Kesian de liat asisten-asisten yg cantik, pintar dan baik itu, mereka tidak terbiasa keliatannya. Aku menjadi orang pertama yang menyelesaikan etape pertama, diikuti oleh ibu Christina dan baru seorang asisten bernama Agrivina. Yang paling kasian adalah Maulida. Maulida ini mantan asisten, dia sengaja kabur dari kantornya di Delloitte untuk ikutan acara ini. Dia keliatan hampir semaput menyelesaikan etape pertama ini, sampai harus ditolong Angga dan Indra. Cuma Angga dan Indra kok ga mau gendong Maulida ya? padahal

kan

Maulida kurus begitu, pasti ringanlah ya…Akhirnya Maulida bisa juga mencapai bukit dan ku berikanlah bbrp teguk air Aqua perbekalanku, sehingga wajahnya cerah kembali. Ternyata bukan Maulida saja yang sangat merana dalam perjalanan ini, yang paling terakhir menyelesaikan etape pertama adalah Citta. Tapi dia tidak terlalu semaput seperti Maulida, dia juga kuberi seteguk air. Beginilah kalo Miss Universe manjat bukit, tidak bawa perbekalan.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan, mamang penunjuk jalan memberi dua pilihan. Dua2nya tidak enak. Satu jalan pintas menuju Villa tapi menuruni bukit, lewat sawah yang licin. Jalan ke dua lebih datar, tapi muter jauh..akhirnya diputuskan lewat jalan yg datar. Mamangnya bilang tidak jauh…ternyata jauuuuuuuuuuuuuh sekali. Aku dan ibu Rumida jalan duluan.. rombongan tertinggal jauh. Aku cuma berpikir bagaimana spy perjalanan ini segera berakhir dan istirahat di villa.. tapi kok ga sampai2 ya. Akhirnya kami sampai di Kota Bunga. Mamang bilang setelah keluar Kota Bunga kita akan naik angkot menuju villa kita. Ternyata gerbang

kota

Bunga itu juga masih jauuuuuuuuuh…Untung ibu efi menemukan truk yang bisa kami tumpangi satu rombongan. Ibu Efi dan Sakti duduk di depan. Selama naik truk, kami asli norak n katro’. Semua orang kami lambai-lambai, seolah-olah Miss Universe yang lagi parade..hua..ha.ha…seru abis perjalanan ini.. Alhamdulillah kami selamat sampai di villa.

Sesampai di villa kami sarapan pagi dan setelah itu Aku mencoba olahraga dayung. Tadi

kan

sudah melatih kaki, sekarang saatnya melatih lengan. Yang bertindak sebagai pendayung adalah Putri dan aku. Sedangkan sebagai penumpanga adalah Ina, Dewi dan Reva. Nah untuk dayung ini aku belajar dari asisten ku yang bernama Putri dan Reva (ini 2 orang yang bermain flying fox di katulampa). Ternyata mereka sudah 3x berperahu muter2 danau. Pantes mahir. Tapi aku senang, akhirnya aku bisa juga mendayung. Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin berlajar mendayung. setiap kali piknik ke laut, aku ingin mencoba tapi tak kesampaian. Disini semuanya terwujud. Sungguh menyenangkan. Oh ya Putri yang mengajarkan ku itu, sering sekali jatuh tanpa sebab. Ternyata dia mengidap penyakit seperti dalam film

korea

"1 ltr of tears’, dimana secara perlahan kondisi tubuhnya akan terus menurun. Aku salut sekali dengan Putri ini, semangat hidupnya tinggi sekali. Mudah2an Putri diberi umur panjang. Amin.

Setelah berdayung ria di danau buatan aku berniat nyante dulu ah.. Terus juga menengok bimbinganku si Chatarina Nirwana yang janjian mau bimbingan. Ternyata Chatarina masih menjadi sleeping beauty pada jam 10 pagi. Teman-temannya sampai membangunkan: “hey Nirwana, bangun-bangun dicariin bu Hasna tuh..Elu gimana sih.”. Trus mereka juga bilang, “Ini orang ya bu, tidurnya sudah duluan, bangunnya paling belakangan”. Ternyata Chatarina punya hobi bobok.. Mungkin dia perlu banyak bobok karena dia tidak suka makan nasi. Waktu makan siang di Resto Sari Wangi kemarinnya Chatarina sama sekali tidak menyentuh nasinya, dia Cuma makan ayam, tahu dan

tempe

. Makanya lemes…J  Makanya Rin, makanlah nasi.

Sementara itu para asisten yang lain bermain di kolam renang. Mereka saling menjahili satu sama lain, mendorong temannya ke kolam renang. Aku menyaksikan dari balkon di lt2. Ternyata asisten itu berniat bulus kepada dosen-dosennya. Aku mendengar dari atas Ria Triana menantang Anggoro alias Angga untuk menceburkan aku dan Ina ke kolam renang. Mereka taruhan Rp 100rb. Ina ada didekat kolam renang dan dia dengan cara yang gokil berhasil menyelamatkan diri dari niat jail asisten itu. Aku yang mendengar dari atas, langsung menyingkir. Kemudian Chatarina dating untuk bimbingan skripsi dengan ku. Kami duduk di balkon lt 2. Chatarina juga membawa temannya yang mau nanya-nanya juga. Namanya aku lupa neh. Tapi temannya Chatarina ini lucu, pas aku tanya mengenai alasan hanya sedikit jumlah sample, masa dia jawab: “

Ada

sih bu alasannya, Cuma sulit saya ungkapkan”. Wah aneh juga ni, memangnya pemilihan jumlah sample terkait dengan perasaan ya.. sampai segitu sulitnya untuk diungkapkan. J

Lagi asik2 ngobrol sama Chatarina, Dini dan temannya itu, datanglah para begundal bin berandal yang berniat menyeburkan aku ke kolam renang. Salah duanya adalah Ria Triana dan Anggoro yang taruhan Rp 100rb itu. Bayangkan Ria Triana yang telah ku bimbing dengan sepenuh hati dan segenap jiwa (ceile..basi banget de), tega menjadikan pembimbing skripsinya sebagai taruhan. Mereka sampai berusaha menyeretku. Aku pun sekuat tenaga bertahan. Untung akhirnya Chatarina dan temannya itu bersedia menggantikan tempatku.. Mereka bersedia diceburkan karena aku sudah berbaik hati membimbing skripsi mereka saat itu. Untuk sementara aku bebas dari kejaran para asisten jahiliah tersebut.

Lalu ceritanya aku dan Etty, salah satu mantan koor asisten berdiri lagi dibalkon nontonin yang cebur-ceburan  di kolam renang. Etty ini juga bolos dari kantornya di Delloite, dia ngakunya ke bosnya kalo dia ada urusan keluarga di

Bandung

. Etty ikutan acara ini tanpa persiapan, langsung go show aja. Jadi Etty ini pinjam baju dari 3 orang, dari Angga, Fidya dan 1 lagi temannya. Nah ternyata anak-anak yang dibawah melihat kami be2 yang nontonin mereka dari atas, lalu mereka langsung teriak: “Hey liat ada bu Hasna dan Etty, mari kita ceburin mereka”.. Ha…. Ketakutanlah kami..Etty jelas ogah di ceburin, selain dia sudah mandi, dia ga punya baju ganti. Aku juga ogah diceburin, aku sudah mandi dan malas mandi lagi..Jadi kami b2 langsung ngibrit, masuk ke kamarku dan mengunci pintu. Tapi mereka-mereka itu asli jahil, masa datang ke kamarku dan ngetuk-ngetuk pintu terus manggil-manggil namaku dan Etty. Trus mereka ngintip-ngintip dari balik kaca jendela… Masa sampai aku dan Etty ngumpet di kamar mandi..gile bener de. Anak-anak ini mungkin berani jail sama aku, apa karena aku juga jail ama mereka ya? Memang mereka sering ku godain. Dari Ahmad dan Irwan yang pemalu sampai Angga yang tengil. Ahmad bahkan sempat kecil hati karena ternyata Cuma jadi batu loncatan..(ha..ha.. jangan kecil hati gitu dong Mad, ane

kan

Cuma becanda lagi). Eh, ternyata bukan kita b2 aja yang ngumpet, Hesty salah satu koor Asisten juga ternyata menghilang. Dia takut diceburin juga ternyata…Jelaslah ya, Hesty itu

kan

sangat femina sekali..

Petualangan ini berakhir pada sore hari. Seharusnya jam 1 siang kami sudah check out, tapi karena bis terjebak macet, baru tiba di villa jam 3.30. Perjalanan pulang juga sangat macet. Aku tiba dirumah jam 9 malam. Dan bis baru tiba di Grogol jam 10 malam.. Walau begitu liburan ini sungguh menyenangkan dan membuat badan serta otak segar kembali. Cuma sayang, Sakti jatuh sakit setelah itu, mungkin karena kecapaian jalan 7 km ditambah naik truk.