Catatan Hessy

Ini blog isinya adalah hal-hal yang melintas di otak kananku. Karena yang melintas banyak, jadi ku pikir perlu ku buat semacam catatan, supaya besok-besok kalo aku lupa, ku bukalah catatan ini. Ya mudah2an catatan ini tidak hanya berguna untukku, tapi juga bagi orang lain. Salam Hangat Hessy

Archive for April, 2008


POLYGAMI VS DEFINISI ADIL

POLYGAMI VS DEFINISI ADIL

Senin, 21 April 2008 (Ini Hari Kartini Lho….)

Hari ini aku menonton infotainment di salah satu stasiun TV. Topik yang diambil kali ini adalah polygami vs emansipasi wanita. Beberapa artis diwawancarai. Salah satu yang diwawancarai adalah artis ND yang bersuamikan pengacara FA. Digosipkan suami artis tersebut menikah lagi. Seperti diketahui, FA sudah sering menikahi wanita lain dibelakang atau tanpa sepengetahuan istri tuanya. Istri tua mungkin akhirnya tau dari para wartawan atau sumber lain. Dan dari beberapa kali kasus, pernikahan FA yang kedua atau yang kesekian tersebut berakhir dengan perceraian. Rumah tangga ND selamat untuk kesekian kalinya. Melihat ini lalu aku sms lah beberapa teman. Begini bunyi sms ku:

”Weih, gosip, misoa ND menikah lagi. Tapi herannya kok ND kuat-kuat aja ya dikadalin.:”

Dari tiga sahabat yang ku sms hanya 2 (dua) orang yang merespon. Satu teman yang sedang berada di rumah juga, dan satu lagi teman yang sedang mengawas ujian di kampus. Teman yang di rumah sudah menikah, sementara teman yang satunya lagi belum menikah. Dua orang ini ternyata mempunyai respon yang bertolak belakang.

Temanku yang di rumah, memberikan respon negatif. Dia berkata: ”Sepertinya ND mau duitnya aja kali ya, jadi pasrah aja di poligami”. Lantas aku membalas, ”Bukannya ND lebih kaya dari FA?. Jangan2 ND alah tamakan cirit barandang, jadi manuruik sajo apo nan dikecekkan dan apo nan dipabuek lakinyo tu.” (Maaf tidak diterjemahkan..). Temanku lalu membalas: ”Mungkin juga ya, gw juga heran, kok mau. Emang lu nonton infotainment apa sih?”.Ku beritaulah stasiun tv yg sedang ku tonton itu. Selesai sms dengan teman ini

Sementara itu, temanku yang satu lagi, lebih bijak bestari menanggapi poligami ini. Sms ku yang pertama ditanggapi dingin, dijawab sbg berikut: ”Ya ga pa palah, mungkin FA mau mendistribusikan pendapatan, dan ND mau masuk surga dari pintu tsb. Tapi apa ND tidak tau bahwa banyak pintu surga yang lain ya? Lagi poligami kan tidak dilarang agama ..Responku sbb : ”.Kalo FA ingin distribusi income, harusnya dia menikahi wanita miskin kalau perlu sudah tua dan tidak sanggup lagi menafkahi anak-anaknya. Cuma masalahnya kalo nenek2 yg dinikahi jangan-jangan tidak mampu bersikap adil. Kalo gitu gpp cantik, asal miskin..he..he..he… Btw artis DA berkata : Polygami kaya smack down, not everybody can do it, n d’ont try this at home”. Temanku yg satu ini emang doyan ngobrol, persis aku, jadi kalo bukan aku yg berhenti sms, pasti akan dibalas. Jadi dia balas lagi sms ku, begini bunyinya : ”.Ente sekarang ga jadi penganut poligami kan? Cantik/tidak, Miskin/Kaya itu semua relatif. Menurut orang cantik, bisa jadi menurut orang lain tidak cantik. Kalo menurut keluarga Cendana, gw miskin, tapi kalo menurut Apong (OB Kampus) gw kaya . Gw setuju dengan yang dikatakan oleh DA”.

Membaca respon ini, aku langsung membalas dengan sms yg cuku panjang begini balasanku : ”Gw ga anti, cuma ga mendukung juga.  Jadi poligami memang boleh dengan sekian banyak persyaratan. Sesuai agama aza. Jangan sampai ada yang teraniaya. Seperti artis Nita Thalia tu, bagus. Ternyata dia ister ke2  n akur dengan istri 1. Anaknya sering tidur dengan istri 1, waktu melahirkan juga ditunggui istri 1. Dia dinikahi sepengetahuan istri 1. Jadi istri 1 ga merasa dikadalain. Trus bisa berpikir apa mampu menerima istri 2 dengan ikhlas atau keluar dari merger. Memang untuk menikah lagi, tidak ada persyaratan izin dari istri 1. Tapi menurut hemat gw, makna adirl termasuk bahwa istri 1 harus ”.well informed”, sehingga bisa mengambil langkah yang sesuai dengan kata hatinya. Ini kan banyak yang nikah lagi dibalik punggung istri1, trus istri 1 tau dari orang lain. Begitu bu”.

Ternyata temanku ini setuju dengan pendapatku terbukti dari balasan smsnya yg berbunyi seperti ini ”.Betul, i setuju…as long as everybody who did it is happy, so its okey...Cuma memang kalo terjadi ke gw, iman gw belum bisa terima (baik jadi istri 1 or istri 2)…ya mending likuidasi (kalo dah jdi istri) or not admiss to partnership (jadi istri 2). He5x..Gw ga belain si FA..mgkn juga ND dah kasih ijin”. Dasar aku lagi ga ada kerjaan, sms itu ku balas lagi, ku bilang ”Ga mungkin ijin. Kalo dah ijin masa statement ND begitu. Ntar pasti istri ke2 atau yg kesekian itu dicerai lagi seperti yang sudah-sudah”. Sms ini tidak dibalas lagi oleh temanku. Mungkin dia juga setuju dengan argumenku atau dia capek melayani ku. (Tapi alasan ke2 itu bukan sifatnya, kemungkinan besar yg pertama J).

PENUTUP

Masalah poligami, jika dibahas tidak akan ada habisnya. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Ini sah-sah saja, karena kebebasan berpendapat diakui dan dilindungi oleh negara. Kita tidak bisa memaksakan pandangan kita terhadap orang lain. Hanya saja bagi para pria yg setuju dan sudah mempraktekkan poligami atau yang berniat melakukan poligami, mungkin satu hal yang harus diingat, bahwa poligami memang diperbolehkan oleh agama tapi dengan segudang persyaratan. Salah satu syarat adalah mampu bersikap adil. Bersikap adil bukan perkara mudah, adil dari segi fisik saja sudah susah, apalagi adil secara hati (cinta / kasih sayang). Ketahuilah bahwa pada hakikatnya tidak ada wanita yang sudi diduakan, apalagi ditigakan atau diempatkan. Menurut riwayat, pada saat seorang pria memberitahu istrinya bahwa dia akan menikah lagi, maka jika diletakkan sebutir telur diletakkan digenggaman wanita tsb, maka telur itu akan menjadi ½ matang. Hal ini menggambarkan betapa ”.mendidihnya”. hati wanita tersebut. Hanya iman semata yang mampu membuatnya bertahan. Jadi menurut hematku, supaya anda tidak dilaknat oleh Tuhan atau istri tua anda merasa teraniaya kemudian mendoakan yang isinya mengutuk anda (dan insha Allah terkabul, krn doa orang yg teraniaya, pasti terkabul), sebelum anda mengambil istri baru hendaknyalah memberitahu istri tua anda tersebut. Ini termasuk upaya untuk bersikap adil. Dalam artian, anda memberi kebebasan dan waktu pada istri tua anda untuk berpikir, kemudian memutuskan mengenai langkah terbaik yang akan diambilnya berkaitan dengan ”informasi berharga” yang barusan diterimanya dari anda. Ada dua opsi yang bisa dipilih wanita tersebut, apakah akan meneruskan partnershipnya dengan anda dan dengan segala konsekuensi yang mengikuti atau melikuidasi partnership dengan anda, tentu juga dengan segala konsekuensi. Apapun pilihan wanita tersebut, itu sah secara agama dan baik. Memang perceraian adalah pekerjaan halal yang dibenci Tuhan. Tapi mungkin ini adalah bukti keadilan dan kearifan Tuhan. Dia tau, tidak semua orang setuju dengan poligami, jadi Dia juga memberi jalan keluarnya. Dibenci bukan berarti tidak bisa masuk surga. Surga itu kan pintunya banyak, kalo tidak dterima dari sebuah pintu, cobalah untuk mengetuk dan masuk dari pintu yang lain. (Bagi agama non Islam, mungkin poligami tidak diperbolehkan, tapi perceraian juga diharamkan. Ini merupakan konsistensi dari sebuah ajaran. Dalam Islam, Poligami boleh, cerai juga halal. Ingat ”boleh atau mubah” bukan sunnah..Gw kadang bingung kok ada yang mengartikan berpoligami sunnah ya, emang ada ayat al-quran atau hadis yang jelas-jelas mengatakan poligami itu sunnah, dalam artian jika melaksanakannya berpahala? Atau karena Rasul begitu? Apa setiap yang Rasul perbuat harus kita perbuat juga? Kalo gitu jangan naik mobil dong, naik onta aja..Nulis jangan pake komputer, pake tinta bulu aja dan diatas daun kurma. Kita kan tidak tau persis apa alasan Rasul beristri banyak… Yg gw tau sih, karena alasan politis dan ada juga untuk membuktikan bahwa anak angkat tetap bukan anak kita, jadi bekas istri anak angkat halal dinikahi. Trus para pria yang berpoligami itu niatnya apa?)

Sementara itu untuk wanita yang akan menjadi istri kedua atau kesekian, pastikan anda memang tidak dikadalin oleh calon suami anda tsb. Dalam artian bahwa anda diaku sebagai istri pertama, padahal sudah ada yang lebih pertama dari anda. Jika anda memang bersedia menjadi istri kedua, tolong pertimbangkan perasaan istri pertama. Tolong posisikan diri anda, jika anda adalah istri pertama, Jika anda sudah mantap dan haqqul yaqin setelah proses tersebut, pastikan bahwa istri pertama dari calon anda memang mengetahui keberadaan anda. Jangan sampai setelah anda dinikahi, anda dikejar-kejar layaknya buronan koruptor yang melarikan uang negara sebesar Rp 3 trilyun, padahal gaji lelaki yang anda nikahi tersebut tak lebih dari Rp 3juta/bulan. Sungguh tidak layak perlakuan yang anda terima, belum lagi hujatan dan pandangan sinis masyarakat terhadap anda, seolah-olah anda telah merebut seorang foto model dari pelukan istrinya, padahal wajah Tukul saja masih jauh lebih enak dipandang daripada wajah suami anda. Repot kan… Pastikan anda bisa hidup rukun dengan istri pertama. Hargai posisi istri pertama. Jika hal ini terjadi insha Allah tindakan yang dilakukan oleh semua pihak akan bernilai ibadah, baik untuk semua, dan semua akan masuk surga, karena semua pihak ikhlas menjalani perannya masing-masing, tidak ada yang merasa teraniaya.

(Remember: Aku bukan pendukung poligami, tapi juga tidak menentang. Di Malaysia praktik poligami adalah hal yang wajar. Waktu jaman kakek dan nenek kita dahulu kala, praktik  ini juga dianggap lumrah dan rumah tangga mereka aman-aman saja, anak-anak dari semua istri juga rukun-rukun saja. Hanya saja dengan berjalannya waktu, situasi berubah, pandangan berubah, dan wanitapun berubah. Oleh karena itu well informed and well educated untuk semua pihak sangatlah dibutuhkan. Intinya ajaran agama diturunkan untuk kemaslahatan umat, rahmatan lil alamin. Jangan sampai karena melaksanakan satu ayat ada manusia yang teraniaya. Akhirnya misi utama agama diturunkan ke bumi gagal terlaksana. Bukan agamanya atau ajarannya yang salah, tapi manusia-nyalah yang kurang arif menafsirkan ayat tersebut. Wallahualam bi sahwab)

HIDUP, KEHIDUPAN, MAKNA HIDUP

HIDUP, KEHIDUPAN, MAKNA HIDUP

vs

UANG, MANUSIA SEJATI

Inspired by: Dik Doank

( Minggu, 30 Maret 2008)

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi” (Al Munaafiquun 9)

”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar” (Al Anfaal 28)

”(Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore. Maka ia berkata: ”Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan. ”Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu”. (Shaad 31-33)

”Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya” (Al Kahfi 7)

”Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakanNya dan diberi Nya kesenangan, maka dia berkata: ”Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya maka dia berkata ”Tuhanku menghinaku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil). Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Al Fajr  (15-20)

Dunia akan tersenyum jika engkau tersenyum. Dunia akan tetap tersenyum, jika engkau menangis  (bukan karangn gw, gw pernah baca tapi ntah dimana)

Sesungguhnya kebahagian sejati adalah apabila kita mampu membuat orang lain tersenyum (karangan gw dari hasil survey kehidupan sehari-hari)

Senyum Tuhan ada pada senyuman kaum Duafa. (Karangan gw, yang gw yakini. Adaptasi dari ”Vox Populi, Vox Dei)

Manusia sejati adalah manusia yang paling banyak membuat manusia lain tersenyum (Karangan gw, adaptasi dari: ”Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang banyak manfaatnya bagi orang lain”)

Setiap tarikan nafas, denyut nadi, tetes darah dalam kehidupan tak lain adalah barokah sekaligus cobaan (karangan gw)

Hidup bagaikan dua sisi mata uang (Wisdom of the street)

Money is not everything but everything needs money (Wisdom of the street)

PENDAHULUAN

Hari ini harian Kompas Minggu menurunkan artikel yang berjudul “Kandang Dik Doank yang membebaskan”. Berikut cuplikan artikel tersebut:

“Bagi Dik Doank, kandang adalah symbol pembebasan. Kandang tanpa isi binatang peliharaan, maknanya adalah cinta yang membebaskan. “Kalau kita cinta kepada binatang, kita harus membiarkan binatang itu hidup di alam bebas,” kata Dik Doank….”

“Di Kandank Jurank Doang, Dik Doang mendidik sekitar 2500 anak untuk belajar mencari ilmu. Ilmu yang diajarkan tidak ada kurikulumnya. Anak-anak diajak bermaindan didorong untuk mencipta. Pelajaran utamanya adalah menggambar. Menurut Dik Doank, menggambar adalah salah satu bentuk proses mencipta”

“Dengan merelakan halaman depan rumahnya sebagai ruang public untuk anak-anak, Dik Doank merasa bisa menemukan kebahagiaan sejatinya. “Bahagia adalah bisa berbagi apa yang kita miliki dengan orang lain”. Tutur Dik Doank

”Dengan segala materi yang dimiliki, Dik Doank mencoba hidup bersahaja. Ia bahkan tidak lagi memiliki mobil pribdi. Sebuah mobil kecil berwarna kuning yang terparkir di garasi adalah milik istrinya. “Saya tidak punya mobil lagi. Kalalu ada acara, saya selalu minta dijemput oleh penyelenggara.”

Pada pagi dan hari yang sama, sebuah stasiun televisi menurunkan berita mengenai pidato Presiden dan wawancara Wakil

Presiden

 

RI

(= Republik Ini J ).  Dalam pidatonya

Presiden

 

RI

mengungkapkan rasa keprihatinannya terhadap harga minyak tanah, minyak goreng dan kebutuhan pokok yang terus meningkat sehingga menyengsarakan rakyat kecil. Setelah itu televisi tersebut juga menayangkan wawancara dengan

Wapres

 

RI

. Dalam wawancara tersebut wapres RI mengatakan bahwa kenaikan harga-harga saat ini mengindikasikan bahwa semakin banyaknya uang yang beredar di tangan rakyat kecil.

Tiga berita ini terus terang menggelitik hatiku. Berita Dik Doank membuatku merenung akan hidup, kehidupan dan makna hidup. Pidato presiden sebenarnya adalah pidato yang biasa-biasa saja karena memang tugas seorang presiden mengatur dan menyelamatkan perekonomian bangsa yang notabene akan menyelamatkan banyak anak bangsa. Dalam hati, aku hanya berharap, mudah-mudahan

Presiden

 

RI

akan melakukan suatu tindakan atas rasa prihatinnya itu, jangan hanya sekedar prihatin semata melihat semakin banyak orang yang sengsara. Tapi yang paling membuatku muangkel dan akhirnya mengeluarkan kata-kata yang cukup kasar sampai suamiku kaget mendengarnya adalah pernyataan

Wapres

 

RI

. Bagaimana tidak muangkel berat, bisa-bisanya seorang pejabat negara mengatakan bahwa kenaikan harga-harga saat ini mengindikasikan bahwa semakin banyaknya uang yang beredar di tangan rakyat kecil. Terus terang aku kecewa berat dengan Wapres ini, sekaligus merasa putus asa, pantesan negara ini ga pernah beres. Boro-boro beres, yang keliatannya malah makin parah keadaannya. (Aku menggunakan kata keliatan karena memang hasil penglihatan semata, aku tidak melakukan pemeriksaan terhadap data statistic indicator kemajuan sebuah negara seperti kenaikan income per capita, Gross National Product (GNP), Gross Domestic Product (GDP) atau Gross National Happiness (GNH). Tapi aku yakin jikalau pun dilakukan pemeriksaan terhadap indicator-indikator tersebut hasilnya akan sama dengan hasil survey kasat mata. Yang jelas pendapatan per kapita sekarang kalaupun tidak turun yang jelas tidak lebih baik, Karena tidak lebih baik, dengan kenaikan inflasi yang sangat tinggi membuat daya beli (purchasing power) masyarakat semakin menurun. (Buktinya semakin banyak ibu-ibu yang mengeluh soal belanja dapur). Kalau data GNP dan GDP aku memang tidak punya. Tapi kalau mau tau tinggal klik internet juga tau. Tapi malas lah nengoknya. Ga ngaruh dengan kehidupan gw. Sedangkan untuk indeks kebahagiaan nasional (GNH), haqqul yaqin makin buruk karena makin banyak orang yang merasa tertekan dalam hidup ini karena semakin terpuruknya kehidupan perekonomian mereka. Untuk melihat indeks yang satu ini tidak perlu susah payah, cukup baca Koran saja. Dari berita TV maupun Koran baru-baru ini diberitakan ada beberapa ibu yang membunuh anaknya. Di dunia ini normalnya seorang ibu akan berbuat apa saja untuk membahagiakan anak-anaknya. Tapi kenapa kok ada ibu yang tega membunuh anaknya. Pasti ada yang salah. Keras dugaan bahwa ibu-ibu tersebut menderita gangguan jiwa. Kenapa jiwa ibu-ibu itu terganggu? Kuat dugaan juga karena tekanan ekonomi. Jadi kesimpulannya? …..Ya betul, makin banyak orang yang tidak bahagia..

HIDUP, KEHIDUPAN

Sebuah kehidupan dimulai pada saat Sang Pencipta meniupkan ruh kedalam janin yang sedang dikandung seorang perempuan. Peniupan ruh tersebut diperkirakan sekitar 120 hari kehamilan, pada saat itu dinyatakan janin tersebut hidup, sehingga menurut kode etik kedokteran praktek aborsi tanpa alasan kuat yang dilakukan setelah 120 hari sama dengan sebuah pembunuhan (kalo ga salah ni ye).  Pada saat seorang perempuan mengetahui ada kehidupan yang tumbuh di dalam rahimnya, biasanya perempuan akan berusaha sebaik-baiknya menjaga kehidupan tersebut dengan makan minum yang bergizi, tidur yang teratur dan berusaha menjaga emosi. Selain itu ada juga perempuan dalam masa kehamilan yang menambahkan asupan gizi rohani untuk janin yang dikandungnya, misalnya dengan lebih rajin beribadah, menjaga perkataan, mendengarkan musik klasik dan lain sebagainya. Semua ini dilakukan untuk menjaga agar janin tersebut tumbuh dan berkembang dengan baik kemudian bisa lahir dengan selamat dan sehat,dan kelak bisa jadi manusia sejati.

Setelah janin tersebut lahir, maka dimulailah babak baru dalam kehidupan seorang anak manusia. Dia tidak lagi terlindungi secara sepenuhnya sebagaimana sewaktu masih dalam rahin ibunda. Sedikit demi sedikit dalam fase kehidupannya dia belajar memenuhi kebutuhan hidupnya. Seluruh fase kehidupan seorang anak manusia adalah fase belajar dan pembelajaran dari kehidupan. Ada yang berhasil belajar, ada yang sama sekali tidak mampu menarik pelajaran dari pahit getirnya kehidupan yang dialaminya, apa lagi yang dialami oleh orang lain. Sungguh sangat merugi orang seperti itu. Orang-orang yang mempunyai kemampuan belajar dari kehidupan pada akhirnya akan menemukan makna hidup dan kehidupan dan pada akhirnya kalaupun tidak menjadi manusia sejati, minimal akan lebih manusiawi daripada yang tidak atau gagal belajar dari kehidupan.

Apakah orang yang gagal belajar dari kehidupan pasti adalah orang yang tidak pernah mengalami pahit getirnya kehidupan? Apakah yang bisa belajar hanya orang-orang yang pernah merasakan pahitnya kehidupan? Apa indikator sebuah kepahitan? Apakah menjadi anak orang kaya, sukses berkarir berarti tidak ada kepahitan dalam hidup?

Hidup bagaikan dua sisi mata uang. Ada susah, ada senang. Ada sakit, ada sehat. Ada miskin ada kaya. Ada tua, ada muda. Ada hidup ada mati. Setiap manusia pasti akan merasakan senang susahnya kehidupan dalam kadar dan variasi yang beraneka ragam. Tidak ada orang yang senang terus dan sebaliknya tidak ada orang yang (perasaannya) susah terus. Apakah orang yang berkecukupan materi hatinya akan senang terus? Tentu saja tidak. Harta bukan jaminan hati akan bahagia. Sebaliknya apakah seorang gelandangan, gembel dijalanan tidak pernah tertawa bahagia? Jangan-jangan malah lebih sering daripada orang yang memiliki uang trilyunan. Kok bisa? Ya bisalah…Gelandangan, anak gembel dapat uang Rp 500 saja sudah senang, apalagi kalau ada pembagian nasi bungkus, lebih senang lagi. Anak-anak ojek payung, bergembira sewaktu hujan turun, karena berarti ada rezeki. Untuk bisa tidur, mereka tidak perlu pikir panjang, bentangan bumi adalah kasur mereka, langit adalah atap rumah mereka. Bintang dan bulan adalah penerang mereka. Mau mandi sauna, tidak perlu repot ke spa, wong tiap hari mandi sauna. Tiap hari berkuah diterpa sengatan matahari. Mau berjemur, tidak usah ke Bali, tiap hari sudah berjemur kok. Sementara manusia dengan harta trilyunan mungkin bisa membeli semua yang ada di muka bumi ini, tapi belum tentu berbahagia, karena kebahagiaan tidak bisa dibeli. Seperti kata orang bijak, anda mungkin bisa membeli makanan mahal, tapi anda tidak bisa membeli nikmatnya makanan. Anda mungkin bisa membeli kasur termahal, tapi anda tidak bisa membeli tidur yang nyenyak. Maybe you can buy a house, but you can not buy a home. (Terpaksa pake English, aku tidak tau padanan kata house dan home dalam bahasa

Indonesia

. Dua kata tersebut diartikan rumah, tapi mempunyai makna yang berbeda dalam bahasa inggris). Anda mungkin punya banyak teman, banyak relasi, tapi belum tentu anda punya sahabat.

Terus apa hubungan hidup bagaikan dua sisi mata uang dengan kemampuan belajar dari kehidupan? Sangat erat hubungannya. Karena hidup bagaikan dua sisi mata uang, jadi setiap manusia pernah mengalami masa susah dan masa senang. Masa bahagia dan masa menderita. Tidak perduli dia kaya atau dia miskin secara materi, karena susah dan senang, pahit getir, tidak selamanya terkait dengan materi. Bahagia menderita adalah masalah hati. Oleh karena itu setiap manusia pada hakikatnya punya kesempatan untuk belajar dari  kehidupan. Persoalannya tinggal pada manusia tersebut, apakah dia mau berusaha untuk menarik  hikmah, menarik pelajaran dari setiap fase kehidupannya atau tidak. Sewaktu masih kecil, tugas orang tualah untuk mengajarkan anak-anaknya untuk belajar mengenai kehidupan, sehingga setelah dewasa mereka akan mampu belajar mandiri mengenai kehidupan. Tugas orangtualah untuk menyadarkan anak-anaknya sekaligus dirinya sendiri bahwa setiap tarikan nafas, denyut nadi, tetes darah dalam kehidupan tak lain adalah barokah sekaligus cobaan Dan kita harus dapat mengambil pelajaran dari setiap barokah dan cobaan hidup yang kita alami. Menjadi kaya atau menjadi miskin, menjadi pintar atau kurang cerdas, mempunyai tubuh yang sempurna atau tubuh cacat adalah barokah sekaligus cobaan, tergantung bagaimana kita memandang dan memanfaatkan sesuatu yang sudah menjadi bagian kita tersebut.

MAKNA HIDUP vs UANG

Jika seseorang ditanya “Apa tujuan hidup mereka?”. Pasti secara naluri akan menjawab, “Ingin hidup bahagia lahir batin. Ingin hidup bahagia dunia dan akhirat”. Untuk tujuan hidup mungkin bisa dikatakan jawaban hampir seragam yaitu : Hidup Bahagia. Akan tetapi setiap orang menempuh jalan yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan hidup mereka tersebut. Setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memaknai arti kata bahagia.

Ada

yang mengartikan bahagia berarti mempunyai banyak uang atau sukses dalam berkarir atau punya banyak rumah, banyak perusahaan, atau punya pasangan yang cantik atau tampan atau punya keturunan yang hebat-hebat. Tapi  ada juga yang mengartikan kebahagian adalah jika dapat membahagiakan orang lain…Pemaknaan terhadap kosa kata bahagia biasanya sangat erat dengan kemampuan belajar dan menarik pelajaran dari kehidupan.

Menurut teori Maslow, kebutuhan manusia dibagi dalam 5 tingkatan. Kebutuhan paling bawah adalah kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan fisik (physical needs) yang merupakan kebutuhan dasar dan yang tertinggi adalah kebutuhan aktulisasi diri. Orang-orang dengan ekonomi pas-pasan biasanya bekerja untuk  kebutuhan dasar. Semakin baik tingkat ekonomi seseorang, maka kebutuhannya pun akan meningkat. Sehingga akhirnya pada saat seseorang sudah mapan secara ekonomi, dia akan bekerja bukan untuk mencari uang tapi untuk aktualisasi diri. Jadi dilihat teori tersebut dapat kita simpulkan bahwa orang dengan tingkat ekonomi pas-pasan mungkin sudah cukup berbahagia jika kebutuhan dasarnya dapat terpenuhi dengan baik. Sebaliknya orang dengan ekonomi mapan baru bisa berbahagia jika dapat mengaktualisasi dirinya dengan baik. (Teori ini sebenarnya banyak mendapat kritik bahkan Maslow pun menjelang akhir hayatnya merevisi teori ini. Soale kebutuhan keempat adalah harga diri (self esteem). Masak kita kudu nunggu kaya dulu terus baru mikirin harga diri. Jadi jika teori ini ditelan mentah-mentah seolah-olah semua orang miskin ga punya harga diri dong, ga bisa mengaktualisasikan diri dong. Bisa-bisa banyak yang tersungging ntar neh. Lagian ajang aktualisasi diri juga dah banyak, kaya ikut KDI dangdut, ikut kontes idol-idol lainnya yang lama-lama emang bikin kita jadi pada dodol…hua..ha..ha..3x)

Cara tiap orang untuk mengaktualisasi diri juga berbeda-beda. Karena pada umumnya orang-orang yang sudah sampai tingkat ini adalah orang-orang kaya, maka uang bukanlah suatu masalah bagi mereka. Dengan uang yang mereka miliki mereka bisa membeli apa saja yang mereka inginkan. Mereka bisa bergaya sesuai zaman, sesuai selera yang mereka suka. Bahkan dengan uang yang mereka miliki, mereka bisa menambah kekayaan mereka. (Ya iyalah..uang tersebut tinggal diinvestasikan lagi, hasilnya buat belanja lagi, belanja lagi..). Tapi ada juga yang mengaktualisasikan diri dengan cara yang jauh dari glamour. Mereka memilih untuk hidup bersahaja, mereka berbagi uang dan harta yang mereka miliki dengan orang lain yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengan mereka. Dik Doank adalah salah satunya. Seorang manusia bisa memilih menggunakan uang untuk kepentingan pribadinya atau memilih membagi-bagikan uangnya untuk kebahagian orang lain dan secara bersamaan ikut merasa bahagia.

MANUSIA SEJATI

Tidak setiap orang yang lahir di muka bumi ini pantas disebut sebagai manusia apalagi manusia sejati. Banyak manusia yang berperilaku seperti hewan, yang dipikirkan hanya pemenuhan kebutuhan nafsu atau kebutuhan pribadi semata. Dalam bertindak tidak punya nurani, tidak pernah berpikir bagaimana akibat dari perkataan dan perbuatannya terhadap orang lain. Orang-orang seperti ini tidak pantas disebut sebagai manusia. Akan tetapi tidaklah mudah menjadi manusia sejati. Karena itulah Tuhan menciptakan manusia dilengkapi dengan 3 hal yi: Akal, Nurani dan Nafsu, agar manusia bisa menjadi manusia yang benar-benar manusia alias manusia sejati. Akal berfungsi untuk mengarahkan hidup manusia, nurani bertindak sebagai kontrol dan nafsu berguna untuk dapat merasakan kenikmatan dunia. Manusia sejati adalah manusia yang dapat bertindak dan bersikap rasional dengan kontrol nurani dan dapat mengendalikan hawa nafsunya dalam setiap denyut nadi dan tarikan nafasnya. (Weih susah kali dong jadi manusia sejati…lah iyalah namanya juga sejati, berarti sempurna kan?). Jika menggunakan definisi ini, ku rasa tidak ada manusia sejati di muka bumi ini, bahkan nabi atau rasul sekalipun mempunyai cacat perilaku. Nabi Musa punya cacat, beliau pernah membunuh seseorang dalam sebuah perkelahian (berarti gagal mengendalikan nafsu amarah pada saat itu), Nabi Sulaiman pernah terpesona dengan kuda-kuda yang dimilikinya sampai hampir melupakan Tuhan seperti tertera dalam surat Shaad 32.  Nabi Muhammad juga pernah ditegur Allah, akibat mengabaikan  orang miskin yang ingin masuk Islam karena pada saat yang bersamaan beliau sedang berbincang-bincang dengan seorang yang terpandang. Kalau nabi saja bukan manusia sejati 100% bagaimana kita? Tentunya hampir mustahil untuk mengontrol perilaku kita dalam tiap denyut nadi dan tarikan nafas. Mungkin definisi manusia sejati bisa lebih disederhanakan dalam tataran yang bisa diimplementasikan. Untuk itu kita gunakan saja definisi menurut Al Quran yaitu Sebaik-baiknya manusia (manusia sejati)adalah yang paling banyak memberi manfaat pada orang lain. Kosa kata memberi manfaat bisa diterjemahkan seluas-luasnya.

Dik Doank adalah salah satu manusia yang mungkin bisa dikatakan manusia sejati. Dengan media Kandang Juranknya, Dik telah berbagi kebahagiaan. Dik bukan hanya memberikan manfaat pada banyak anak, bahkan lebih jauh dari itu, Dik telah memberikan kehidupan bagi 2500 anak-anak didiknya. Tanpa disadari mungkin apa yang diperbuat Dik, akan banyak manfaatnya bagi republik ini, dimana anak-anak yang dididik dengan orang yang bernurani seperti Dik, kelak besar akan menjadi manusia sejati seperti Dik pula dan akan menyebarkan kebahagiaan kepada lebih banyak orang. Dik dengan harta yang dimilikinya memilih untuk hidup bersahaja, memilih untuk mengorbankan kemewahan yang dimilikinya demi kebahagiaan anak-anak yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya. Dik yang bukan seorang pendidik, bukan seorang pejabat, tapi malah punya nurani seperti pendidik dengan menciptakan kurikulum yang manusiawi, sekaligus bersikap seperti pejabat dengan bukti konkrit berusaha memerangi kemiskinanan melalui perang terhadap kebodohan. Sungguh sebuah kerja yang hebat, tidak semua orang mampu untuk melakukan seperti yang dilakukan Dik walau punya kemampuan finansial. Untuk bisa melakukan seperti yang Dik lakukan tidak hanya dibutuhkan kemampuan finansial, tapi dibutuhkan kekuatan akal dan kekuatan nurani untuk mengendalikan hawa nafsu dari daya tarik gemerlap kehidupan mewah duniawi. Tapi bukan berarti jika kita tidak mempunyai uang banyak tidak bisa menjadi manusia sejati. Uang hanyalah sebuah jalan, sebuah media untuk mempermudah jalan. Pada hakikatnya selama yang kita lakukan, selama yang kita kerjakan itu bermanfaat bagi orang banyak kita sudah berada di jalan yang benar menuju manusia sejati.

PENUTUP

Banyak orang-orang yang gagal belajar dan memaknai hidup dan kehidupannya sehingga seringkali tanpa sadar pernyataan dan perilaku mereka menyakiti bahkan merusak  dan merugikan orang lain. Ironisnya seringkali orang-orang seperti ini duduk di posisi-posisi strategis negara ini. Terkadang aku berharap sungguh republik ini akan menjadi tempat layak untuk berdiam apabila semakin banyak orang-orang seperti Dik Doank. Mereka bertindak tanpa harus menjadi pejabat terlebih dahulu. Mereka bertindak tanpa pretensi apa-apa. Mereka bertindak dengan akal dan nurani mereka. Merekalah manusia-manusia sejati yang tampaknya lebih layak memimpin republik ini.