POLYGAMI VS DEFINISI ADIL
POLYGAMI VS DEFINISI ADIL
Senin, 21 April 2008 (Ini Hari Kartini Lho….)
Hari ini aku menonton infotainment di salah satu stasiun TV. Topik yang diambil kali ini adalah polygami vs emansipasi wanita. Beberapa artis diwawancarai. Salah satu yang diwawancarai adalah artis ND yang bersuamikan pengacara FA. Digosipkan suami artis tersebut menikah lagi. Seperti diketahui, FA sudah sering menikahi wanita lain dibelakang atau tanpa sepengetahuan istri tuanya. Istri tua mungkin akhirnya tau dari para wartawan atau sumber lain. Dan dari beberapa kali kasus, pernikahan FA yang kedua atau yang kesekian tersebut berakhir dengan perceraian. Rumah tangga ND selamat untuk kesekian kalinya. Melihat ini lalu aku sms lah beberapa teman. Begini bunyi sms ku:
”Weih, gosip, misoa ND menikah lagi. Tapi herannya kok ND kuat-kuat aja ya dikadalin.:”
Dari tiga sahabat yang ku sms hanya 2 (dua) orang yang merespon. Satu teman yang sedang berada di rumah juga, dan satu lagi teman yang sedang mengawas ujian di kampus. Teman yang di rumah sudah menikah, sementara teman yang satunya lagi belum menikah. Dua orang ini ternyata mempunyai respon yang bertolak belakang.
Temanku yang di rumah, memberikan respon negatif. Dia berkata: ”Sepertinya ND mau duitnya aja kali ya, jadi pasrah aja di poligami”. Lantas aku membalas, ”Bukannya ND lebih kaya dari FA?. Jangan2 ND alah tamakan cirit barandang, jadi manuruik sajo apo nan dikecekkan dan apo nan dipabuek lakinyo tu.” (Maaf tidak diterjemahkan..). Temanku lalu membalas: ”Mungkin juga ya, gw juga heran, kok mau. Emang lu nonton infotainment apa sih?”.Ku beritaulah stasiun tv yg sedang ku tonton itu. Selesai sms dengan teman ini
Sementara itu, temanku yang satu lagi, lebih bijak bestari menanggapi poligami ini. Sms ku yang pertama ditanggapi dingin, dijawab sbg berikut: ”Ya ga pa palah, mungkin FA mau mendistribusikan pendapatan, dan ND mau masuk surga dari pintu tsb. Tapi apa ND tidak tau bahwa banyak pintu surga yang lain ya? Lagi poligami kan tidak dilarang agama ..Responku sbb : ”.Kalo FA ingin distribusi income, harusnya dia menikahi wanita miskin kalau perlu sudah tua dan tidak sanggup lagi menafkahi anak-anaknya. Cuma masalahnya kalo nenek2 yg dinikahi jangan-jangan tidak mampu bersikap adil. Kalo gitu gpp cantik, asal miskin..he..he..he… Btw artis DA berkata : Polygami kaya smack down, not everybody can do it, n d’ont try this at home”. Temanku yg satu ini emang doyan ngobrol, persis aku, jadi kalo bukan aku yg berhenti sms, pasti akan dibalas. Jadi dia balas lagi sms ku, begini bunyinya : ”.Ente sekarang ga jadi penganut poligami kan? Cantik/tidak, Miskin/Kaya itu semua relatif. Menurut orang cantik, bisa jadi menurut orang lain tidak cantik. Kalo menurut keluarga Cendana, gw miskin, tapi kalo menurut Apong (OB Kampus) gw kaya . Gw setuju dengan yang dikatakan oleh DA”.
Membaca respon ini, aku langsung membalas dengan sms yg cuku panjang begini balasanku : ”Gw ga anti, cuma ga mendukung juga. Jadi poligami memang boleh dengan sekian banyak persyaratan. Sesuai agama aza. Jangan sampai ada yang teraniaya. Seperti artis Nita Thalia tu, bagus. Ternyata dia ister ke2 n akur dengan istri 1. Anaknya sering tidur dengan istri 1, waktu melahirkan juga ditunggui istri 1. Dia dinikahi sepengetahuan istri 1. Jadi istri 1 ga merasa dikadalain. Trus bisa berpikir apa mampu menerima istri 2 dengan ikhlas atau keluar dari merger. Memang untuk menikah lagi, tidak ada persyaratan izin dari istri 1. Tapi menurut hemat gw, makna adirl termasuk bahwa istri 1 harus ”.well informed”, sehingga bisa mengambil langkah yang sesuai dengan kata hatinya. Ini kan banyak yang nikah lagi dibalik punggung istri1, trus istri 1 tau dari orang lain. Begitu bu”.
Ternyata temanku ini setuju dengan pendapatku terbukti dari balasan smsnya yg berbunyi seperti ini ”.Betul, i setuju…as long as everybody who did it is happy, so its okey...Cuma memang kalo terjadi ke gw, iman gw belum bisa terima (baik jadi istri 1 or istri 2)…ya mending likuidasi (kalo dah jdi istri) or not admiss to partnership (jadi istri 2). He5x..Gw ga belain si FA..mgkn juga ND dah kasih ijin”. Dasar aku lagi ga ada kerjaan, sms itu ku balas lagi, ku bilang ”Ga mungkin ijin. Kalo dah ijin masa statement ND begitu. Ntar pasti istri ke2 atau yg kesekian itu dicerai lagi seperti yang sudah-sudah”. Sms ini tidak dibalas lagi oleh temanku. Mungkin dia juga setuju dengan argumenku atau dia capek melayani ku. (Tapi alasan ke2 itu bukan sifatnya, kemungkinan besar yg pertama J).
PENUTUP
Masalah poligami, jika dibahas tidak akan ada habisnya. Setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda mengenai hal ini. Ini sah-sah saja, karena kebebasan berpendapat diakui dan dilindungi oleh negara. Kita tidak bisa memaksakan pandangan kita terhadap orang lain. Hanya saja bagi para pria yg setuju dan sudah mempraktekkan poligami atau yang berniat melakukan poligami, mungkin satu hal yang harus diingat, bahwa poligami memang diperbolehkan oleh agama tapi dengan segudang persyaratan. Salah satu syarat adalah mampu bersikap adil. Bersikap adil bukan perkara mudah, adil dari segi fisik saja sudah susah, apalagi adil secara hati (cinta / kasih sayang). Ketahuilah bahwa pada hakikatnya tidak ada wanita yang sudi diduakan, apalagi ditigakan atau diempatkan. Menurut riwayat, pada saat seorang pria memberitahu istrinya bahwa dia akan menikah lagi, maka jika diletakkan sebutir telur diletakkan digenggaman wanita tsb, maka telur itu akan menjadi ½ matang. Hal ini menggambarkan betapa ”.mendidihnya”. hati wanita tersebut. Hanya iman semata yang mampu membuatnya bertahan. Jadi menurut hematku, supaya anda tidak dilaknat oleh Tuhan atau istri tua anda merasa teraniaya kemudian mendoakan yang isinya mengutuk anda (dan insha Allah terkabul, krn doa orang yg teraniaya, pasti terkabul), sebelum anda mengambil istri baru hendaknyalah memberitahu istri tua anda tersebut. Ini termasuk upaya untuk bersikap adil. Dalam artian, anda memberi kebebasan dan waktu pada istri tua anda untuk berpikir, kemudian memutuskan mengenai langkah terbaik yang akan diambilnya berkaitan dengan ”informasi berharga” yang barusan diterimanya dari anda. Ada dua opsi yang bisa dipilih wanita tersebut, apakah akan meneruskan partnershipnya dengan anda dan dengan segala konsekuensi yang mengikuti atau melikuidasi partnership dengan anda, tentu juga dengan segala konsekuensi. Apapun pilihan wanita tersebut, itu sah secara agama dan baik. Memang perceraian adalah pekerjaan halal yang dibenci Tuhan. Tapi mungkin ini adalah bukti keadilan dan kearifan Tuhan. Dia tau, tidak semua orang setuju dengan poligami, jadi Dia juga memberi jalan keluarnya. Dibenci bukan berarti tidak bisa masuk surga. Surga itu kan pintunya banyak, kalo tidak dterima dari sebuah pintu, cobalah untuk mengetuk dan masuk dari pintu yang lain. (Bagi agama non Islam, mungkin poligami tidak diperbolehkan, tapi perceraian juga diharamkan. Ini merupakan konsistensi dari sebuah ajaran. Dalam Islam, Poligami boleh, cerai juga halal. Ingat ”boleh atau mubah” bukan sunnah..Gw kadang bingung kok ada yang mengartikan berpoligami sunnah ya, emang ada ayat al-quran atau hadis yang jelas-jelas mengatakan poligami itu sunnah, dalam artian jika melaksanakannya berpahala? Atau karena Rasul begitu? Apa setiap yang Rasul perbuat harus kita perbuat juga? Kalo gitu jangan naik mobil dong, naik onta aja..Nulis jangan pake komputer, pake tinta bulu aja dan diatas daun kurma. Kita kan tidak tau persis apa alasan Rasul beristri banyak… Yg gw tau sih, karena alasan politis dan ada juga untuk membuktikan bahwa anak angkat tetap bukan anak kita, jadi bekas istri anak angkat halal dinikahi. Trus para pria yang berpoligami itu niatnya apa?)
Sementara itu untuk wanita yang akan menjadi istri kedua atau kesekian, pastikan anda memang tidak dikadalin oleh calon suami anda tsb. Dalam artian bahwa anda diaku sebagai istri pertama, padahal sudah ada yang lebih pertama dari anda. Jika anda memang bersedia menjadi istri kedua, tolong pertimbangkan perasaan istri pertama. Tolong posisikan diri anda, jika anda adalah istri pertama, Jika anda sudah mantap dan haqqul yaqin setelah proses tersebut, pastikan bahwa istri pertama dari calon anda memang mengetahui keberadaan anda. Jangan sampai setelah anda dinikahi, anda dikejar-kejar layaknya buronan koruptor yang melarikan uang negara sebesar Rp 3 trilyun, padahal gaji lelaki yang anda nikahi tersebut tak lebih dari Rp 3juta/bulan. Sungguh tidak layak perlakuan yang anda terima, belum lagi hujatan dan pandangan sinis masyarakat terhadap anda, seolah-olah anda telah merebut seorang foto model dari pelukan istrinya, padahal wajah Tukul saja masih jauh lebih enak dipandang daripada wajah suami anda. Repot kan… Pastikan anda bisa hidup rukun dengan istri pertama. Hargai posisi istri pertama. Jika hal ini terjadi insha Allah tindakan yang dilakukan oleh semua pihak akan bernilai ibadah, baik untuk semua, dan semua akan masuk surga, karena semua pihak ikhlas menjalani perannya masing-masing, tidak ada yang merasa teraniaya.
(Remember: Aku bukan pendukung poligami, tapi juga tidak menentang. Di Malaysia praktik poligami adalah hal yang wajar. Waktu jaman kakek dan nenek kita dahulu kala, praktik ini juga dianggap lumrah dan rumah tangga mereka aman-aman saja, anak-anak dari semua istri juga rukun-rukun saja. Hanya saja dengan berjalannya waktu, situasi berubah, pandangan berubah, dan wanitapun berubah. Oleh karena itu well informed and well educated untuk semua pihak sangatlah dibutuhkan. Intinya ajaran agama diturunkan untuk kemaslahatan umat, rahmatan lil alamin. Jangan sampai karena melaksanakan satu ayat ada manusia yang teraniaya. Akhirnya misi utama agama diturunkan ke bumi gagal terlaksana. Bukan agamanya atau ajarannya yang salah, tapi manusia-nyalah yang kurang arif menafsirkan ayat tersebut. Wallahualam bi sahwab)
April 21st, 2008 at 1:05 am
Beste Hessy…. Istriku yang Sedang Liburan (Tidak Ngajar) dan Sedang Leyeh-leyeng di Sebuah Desa (Limusnunggal)
Senang juga diskusi soal poligami. Tapi sejak awal, sejak kita belum berkenalan dan belum berada dalam satu rumah, saya sudah membuat garis yang tegas: poligami adalah salah satu cara (tindakan bodoh) manusia merusak keseimbangan alam.
Jika alam tidak seimbang, maka akan terjadi guncangan, benturan-benturan dan akhirnya menimbulkan: KERUSAKAN. Kerusakannya macam-macam, otak, hati, perilaku, dan lain-lain. Lantaran organ-organ vital rusak, maka akan selalu muncul kecenderungan untuk berbuat salah, manipulasi, korupsi, bersikap tidak adil, dan mungkin akan muncul guncangan rumah tangga (yang bisa digambarkan sebagai miniatur dalam sebuah negara).
Jika alam rusak, maka muncul bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta benda.
Saya tidak membesar-besarkan skala kerugian akibat poligami. Tetapi tunggalah bencana yang akan segera menimpa, jika ada lelaki yang berani dan tega menyakiti isttrinya dengan cara berpologami. Dia tidak hanya menyakiti istrinya, tetapi juga anak-anak dari istri yang disakitinya.
Jadi, sangat tidak masuk akal, jika ada ustdazd, pemuka agama, atau orang-orang yang mengaku dan dan menyiarkan kebaikan melalui agama, tetapi melakukan tindakan (maaf: bodoh) berpoligami.
Jika berpoligamis alasan mendistribusikan rezeki, maka sedekah-lah sebanyak-banyak kepada para janda-janda tua atau wanita-wanita yang kurang beruntung, tanpa harus menikahi dan mengawini mereka.
Salam…
Cyber Building..
October 5th, 2008 at 7:53 am
Ada sesuatu yang megelitik untuk menanggapi soal poligami ini. Sebagai seorang muslim atau muslimah mestinya suka atau tidak suka tetap harus bisa menerima sesuatu yang telah diatur oleh yang Maha Tahu. bukankah kita tidak diperbolehkan menerima sebagian ketentuan dan menolak sebagian yang lain.
Bagi mereka diluar Islam barangkali akan berpendapat lain tentang poligami ini, barangkali ajarannya tidak memperbolehkan (ya silahkan saja). Tetapi menurutku terlalu ceroboh untuk berpendapat bahwa poligami adalah suatu tindakan bodoh manusia merusak keseimbangan alam. Bagaimana dengan suatu negara yang kaum laki-lakinya banyak yang mati akibat perang misalnya (bukahkah perang adalah alasan logis), sehingga jumlah kaum perempuan sekian lipatnya jumlah laki-laki. Apakah dalam kasus ini bisa dibilang poligami akan merusak keseimbangan alam.
Kalau poligami adalah merupakan suatu hal yang merusak keseimbangan alam tentulah alam ini sudah rusak sejak dulu kala. Banyaknya bencana selama ini bukan karena adanya tindakan poligami, tetapi justru karena ulah manusianya sendiri yang banyak tidak mengenal Tuhanya, mengabaikan perintah Tuhanya seperti banyak dicontohkan pada umat-umat terdahulu ( Cobalah untuk mencari tahu kenapa ada tsunami,kenapa ada gempa Yogya dan sekitarnya). Sebenarnya justru bodohlah mereka yang menolak ketentuan yang telah digariskan olah Tuhannya, seperti diperbolehkannya berpoligami ini. Apakah manusia sudah merasa lebih pintar dari penciptanya? Setelah poligami, hukum Allah yang mana lagi yang akan akan dia dustakan dengan akalnya yang sangat terbatas itu.
Buat mbak Hessy salam kenal dan senang bisa berbagi. Sekedar informasi saya monogami dengan seorang istri dan dua anak yang saya sayangi InsyaAllah kami keluarga yang bahagia.